Sebenarnya, apa itu
Startup? Mungkin masih banyak orang yang belum memahami istilah ini. Kata
Startup sendiri merupakan serapan dari Bahasa Inggris yang berarti tindakan
atau proses memulai sebuah organisasi baru atau usaha bisnis. Tapi dalam beberapa tahun belakangan ini , Indonesia masuk dalam euforia " startup " dimana para entrepreneur-entrepreneur muda menciptakan bisnis startup yang memiliki kreatiftitas dan inovasi .
PENGERTIAN STARTUP
Startup adalah sebuah perusahaan yang baru saja di bangun atau dalam masa rintisan , namun tidak berlaku untuk semua bidang usaha , istilah startup ini lebih di kategorikan untuk perusahaan bidang teknologi dan informasi yang berkembang di dunia internet.
Namun startup tidak hanya perusahaan baru yang bersentuhan dengan teknologi, dunia maya, aplikasi atau produk tetapi bisa juga mengenai jasa dan gerakan ekonomi rakyat akar rumput yang bisa mandiri tanpa bantuan korporasi-korporasi yag lebih besar dan mapan.
KARAKTERISTIK PERUSAHAAN STARTUP
1. Usia perusahaan kurang dari 3 tahun
Perusahaan-perusahaan sebagian besar merupakan perusahaan yang baru didirikan dan berada dalam fase pengembangan dan penelitian untuk menemukan pasar yang tepat. Istilah startup menjadi populer secara internasional pada masa gelembung teknologi informasi yang terjadi pada kisaran tahun 1998 - 2000
2. Jumlah pegawai kurang dari 20 orang
Pada umumnya startup memiliki karyawan yang sedikit. Biasanya jumlah karyawan yang dimiliki kurang dari lima puluh orang . maka dari itu , mereka biasanya mencari karyawan yang sangat ahli dalam bidangnya.
3. Pendapatan kurang dari $ 100.000/tahun
4. Masih dalam tahap berkembang
5. Umumnya beroperasi dalam bidang teknologi
6. Produk yang dibuat berupa aplikasi dalam bentuk digital
7. Biasanya beroperasi melalui website
UNICORN
Istilah Unicorn adalah istilah yang disematkan untuk perusahaan startup yang memiliki nilai kapitalisasinya lebih dari angka satu milyar.
Dalam hal ini, satu milyar tersebut dinyatakan pada satuan mata uang dollar. Jika mengacu pada tulisan yang dilansir oleh Venture Beat, maka saat ini terdapat setidaknya 229 startup yang telah masuk dalam kategori ini.
Semua perusahaan tersebut tersebar di berbagai belahan dunia ini termasuk Amerika Serikat, Tiongkok, India, Jerman dan bahkan juga terdapat di Indonesia. Perusahaan yang mencapai level Unicorn ini di antaranya yaitu Go-jek, Bukalapak, Traveloka, dan Tokopedia.
Pada 2016, Uber menempati posisi pertama dalam Unicorn. Untuk menembus level Unicorn sendiri, startup harus melewati serangkaian proses dan waktu yang cukup lama.
Jika mengacu pada Venture Beat, setidaknya diperlukan waktu kurang lebih enam tahun bagi startup untuk mencapai level Unicorn ini.
DECACORN
Istilah selanjutnya adalah Decacorn yakni istilah untuk perusahaan yang nilainya mencapai sepuluh milyar dalam dollar. Perusahaan-perusahaan startup dunia yang telah masuk kategori Decacorn sendiri antara lain sebagai berikut :
Dropbox
SpaceX
Uber
Pinterest
Airbnb
WeWork
Dan sejauh ini, telah ada 15 perusahaan dunia yang " naik kelas " dari tingkatan Unicorn ke level Decacorn. Setidaknya di Indonesia terdapat potensi (Decacorn) dua tetapi setidaknya satu.
is
the agent of sentence in the active voice (agen dari suatu kalimat dalam
bentuk aktif)
is
thing/person that performs or responsible for the action of a sentence (benda/orang/pihak
yang melakukan kegiatan atau yang bertanggung jawab terhadap suatu aksi dalam
suatu kalimat)
normally
precedes the verb (biasanya mendahului verb)
Contoh
subjek : I, You, We, They, He, She, It.
Contoh dalam kalimat :
·I explain how to study English
·She listens to my explanation
·They didn’t understand that
language
·
Subjek dapat diketahui dari
pertanyaan who (siapa) atau what (apa) yang melakukan
perbuatan pada suatu kalimat.
f
d
f B. Verb
Verb is the action of a sentence (aksi atau
perbuatan pada suatu kalimat)
Verb phrase: gabungan antara auxilaries dengan main
verb (kata kerja utama)
Jenis-jenis Verb :
1) Transitive Verb
Adalah kata kerja yang membutuhkan objek kalimat.
Contoh : She opened the window every
morning.
2) Intransitive Verb Adalah
kata kerja yang tidak membutuhkan objek kalimat.
Contoh: My son is sleeping soundly.
3) Linking Verb Adalah
kata kerja yang berfungsi menghubungkan antara subjek dengan complement
(pelengkap). Kata yang dihubungkan dengan subjek tersebut dinamakan subject
complement. Yang termasuk linking verb adalah appear, be (am, is, are, was, dll.), become,
feel, look, taste, stay, remain, seem, smell.
Contoh : The food tasted delicious.
4) Auxiliary Verb (kata kerja
bantu) Adalah
kata kerja yang bertugas untuk membantu kata kerja utama dalam sebuah kalimat.
Yang termasuk Auxiliary verb adalah Is, am, are, was, were, do, does, did, has,
have, had, can, could, may, might, will, would, shall, should, must, ought to,
had better.
Contoh : I must go right now.
5) Regular Verb
Yaitu kata kerja yang berubah secara teratur karena tenses kalimatnya berubah.
Yang termasuk regular verb adalah: call > called, kick > kicked, crash
> crashed dsb.
Contoh: Rahmat published an article on
this page.
6) Irregular
Verb
Yaitu kata kerja yang berubah karena tenses dalam bentuk yang tidak beratur,
sehingga tidak dapat diketahui bentuk II dan III nya kecuali melihat pada
kamus.
Yang termasuk irregular verb adalah: sleep >
slept, wake > woke > woken, go > went > gone dsb.
Contoh: She had gone before I came
C. Complement
- -Berupa noun (kata benda) atau non phrase (frasa kata
benda)
- - Terdapat sebelah verb kalimat aktif
- - Complement menjawab pertanyaan what (apa) atau whom
(siapa)
Contoh :
-Jihoon bought a cake yesterday
- - What did Jihoon buy yesterday ? Ã a cake
- - He saw Danielat the movie
- Whom did he see at the movie ? Ã Daniel
- - I explain pharmacology to my students
- - What did he see at the movie ? Ã pharmacology
Catatan : setiap kalimat tidak harus mempunyai
complement
B. MODIFIER
Modifier menjelaskan time (waktu), place (tempat),
atau manner (cara) dari sebuah aksi atau perbuatan
- - Bentuk yang paling umum dari modifier adalah prepositional
phrase (kelompok kata yang dimulai dengan sebuah preposition dan
diakhiri dengan sebuah noun
- - Preposition = on, out, under, behind, etc…
-Modifier menjawab pertanyaan when (kapan), where
(dimana), atau how (bagaimana)
Contoh :
- - Woozi bought a book at a book fair
- Where did
Woozi buy a book ? Ã at at
bok fair
- -She is driving very fast
-
How is she driving ? Ã very fast
- I posted my application yesterday
-
when do I post my application ? Ã yesterday
So, seperti ini unsur-unsur Subject, Verb,
Complement dan Modifier dalam contoh kalimat :
Complement (objek kalimat) dibutuhkan jika kata kerja utama berupa transitive verb.
Modifier dapat berupa adjective, adverb, atau konstruksi lain yang berfungsi seperti salah satu dari part of speech tersebut.
Contoh-contoh verb phrase berikut berdasarkan traditional grammar. Keterangan: Verb phrase = bold.
Contoh Kalimat Verb PhraseKeterangan
I enjoy swimming.
(Saya menikmati berenang.) enjoy = main verb
You should see a doctor during pregnancy.
(Kamu seharusnya mengunjungi dokter selama hamil.) should = modal auxiliary verb;
see = main verb
It has just been raining in Bogor.
(Baru saja turun hujan di Bogor.) has, been = auxiliary verb;
just = adverb (modifier);
raining = main verb berupa present participle
Complex verb phrases
A complex verb phrase may include one modal verb and one or more auxiliary verbs before the main verb. A modal verb always comes before any auxiliary verbs:
Sebuah frase verba kompleks mungkin termasuk salah satu modal kerja dan satu atau lebih kata kerja bantu sebelum kata kerja utama. Kata kerja modal selalu datang sebelum kata kerja bantu:
(mo = modal verb; aux = auxiliary verb; mv = main verb)
House prices [MO]could[MV]fall during the next six months. (modal verb + main verb)
You [MO]may[AUX]have[MV]played this game before. (modal verb + one auxiliary verb)
The work [MO]should[AUX]have[AUX]been[MV]finished by 30 January. (modal verb + two auxiliary verbs)
TENSES:
ü Simple Present Tense
Simple Present Tense digunakan untuk menyatakan sesuatu hal yang terus-menerus dilakukan, kegiatan sehari-hari, dan juga untuk menyatakan atau menyebutkan suatu fakta atau kebenaran umum. Dalam Simple Present Tense, kata kerja (verb) yang digunakan adalah kata kerja (verb) bentuk awal.
Rumus dan Contoh Kalimat Simple Present Tense
(+) Subject + Verb 1 + Object
(-) Subject + DON’T / DOESN’T + Verb 1 + Object
(?) DO / DOES + Subject + Verb 1 + Object?
(?) Question Word + DO/ DOES + Subject + Verb 1?
ü Present Continuous Tense
Tense ini digunakan untuk menyebut perubahan bentuk kata kerja berdasarkan waktu terjadinya. Dalam pengertian Present Continuous Tense merupakan tense bentuk yang menunjuk pada tindakan yang sedang berlangsung sekarang atau ketika pembicaraan Itu sedang berlangsung
Berikut rumus present continuous tense untuk membuat kalimat-kalimat
Positif (+):
subject + to be (am, is, are) + Verb – ing + object
Contoh : I am watching TV now
Negatif (+):
subject + to be + not + verb – ing + object
Contoh : Hermawan is not going to Jakarta atau
Hermawan isn’t going to Jakarta
Tanya(?) :
to be + subject + verb – ing + object
Is Mrs. Salsa cooking in the kitchen ?
ü Present Perfect Tense
Present Perfect Tense menekankan pada PERFECT nya itu. Perfect kan artinya “sempurna”. sempurna yang berarti “selesai, sudah, beres, baru saja usai, dsb”. Jadi, kalau Anda menekankan pada “SUDAH” nya itu maka gunakanlah Present Perfect Tense ini. Contoh yang paling mengena misalnya: Dia baru saja pergi (She has just gone). :
Positif: S + have/has + V3
Negatif: S + have/sas Not + V3
Tanya: Have/has + S + V3
ü Present Perfect Continuous
Present perfect continuous tense digunakan untuk menyatakan tindakan atau peristiwa yang sudah mulai terjadi pada waktu lampau dan masih sedang berlangsung sampai sekarang.
Pola kalimat:
(+) S + have/has + been + V-ing
(-) S + have/has + not + been + V-ing
(?) Have/has + S + been + V-ing
ü Simple Past Tense
Simple past tense adalah suatu bentuk kata kerja sederhana untuk menunjukkan bahwa suatu peristiwa/ kejadian yang dilakukan pada masa lampau dan diketahui pula waktu terjadinya peristiwa atau kejadian tersebut.
Rumus simple past tense
Rumus simple past tense ada 2, yaitu rumus simple past tense (verbal) dan (nominal);
Secara umum pada bentuk simple present tense, singular verb berupa base form / bare infinitive (bentuk dasar dari verb) dengan ditambahkan ending (akhiran) -s/-es. Adapun pada plural verb tanpa ditambahkan ending -s/-es (sebaliknya, plural subjectditambahkan ending -s/-es). Aturan kata kerja ini berlaku pula pada subjek berupa third person (orang ketiga, contoh: Ricky, Anna) dan semua personal pronoun(they, we= jamak; he, she, it= tunggal), kecuali I dan you. Walaupun berupa subjek tunggal, I dan you dipasangkan dengan kata kerja bentuk jamak.
Jika kata kerja dalam verb “to be”,am dipasangkan dengan I, is dengan singular subjectkecuali I dan you, dan are dengan plural subject dan you.
Sedangkan pada past tense, tidak ada perbedaan bentuk kata kerja dalam hal number(tunggal atau jamak) subjek kalimat, semua dalam verb-2, kecuali jika kata kerja yang digunakan merupakan verb “to be” was-were. Was untuk singular subject kecuali you, dan were untuk you dan plural subject.
Contoh Kalimat Subject-Verb Agreement
Keterangan:
subject= bold; verb= italic
No
Contoh Kalimat Subject-Verb Agreement
1
The sunrises.
(Matahari terbit.) singular subject, singular verb
2
The starsshine.
(Bintang bersinar.) plural subject, plural verb
3
Leo rarely eats white bread.
(Leo jarang makan roti putih.) singular subject, plural subject
4
Yougo straight ahead then turn left.
(Kamu jalan lurus ke depan lalu belok kiri.) singular/plural subject, plural verb
5
My boss always comes on time.
(Bos saya selalu datang tepat waktu.) singular subject, singular verb
The childrenare naughty.
(Anak-anak itu nakal.) verb to be
9
Iam hungry.
(Saya lapar.) verb to be
10
Youare gorgeous.
(Kamu sangat menarik.) verb to be
11
She drove fast.
(Dia mengebut.) TIDAK BERLAKU
12
Iwas there yesterday.
(Saya di sana kemarin.) verb to be
13
Youwere always busy.
(Kamu dulu selalu sibuk.) verb to be
Jika ada helping verb / auxiliary verb, maka helping verb-nya yang berubah sedangkan main verb dalam bentuk dasar, present participle (-ing), atau past participle (verb-3). Pilihan helping verb dalam bentuk tunggal-jamak-nya adalah is-are, was-were, does-do, dan has-have. Khusus untuk has-have, agreement tidak berlaku jika kata tersebut merupakan second helping verb atau digunakan dibelakang helping verb lainnya. Pada situasi tersebut, have yang digunakan.
Idosubmit the task.
(Saya harus mengirimkan tugas tersebut.)
3
The managerhaschecked the documents.
(Manager telah mengecek dokumen-dokumen tersebut.)
4
I willhavebeensleeping for an hour when you arrive.
(Saya akan sudah tidur selama satu jam ketika kamu tiba.) has-have TIDAK BERLAKU
5
The catwassleeping.
(Kucing itu sedang tidur.)
6
Wewereroasting corn.
(Kita sedang membakar jagung.)
7
My bookswerestolen.
(Buku-buku saya dicuri.)
Permasalahan pada Subject-Verb Agreement
Subject-verb agreement menjadi membingungkan ketika dihadapkan pada persoalan seperti: subjek berupa collective noun, compound subject, plural form dengan makna singular, dan indefinite pronoun. Selain itu, ada pula phrase atau clause yang menyela subjek dan kata kerja sehingga cukup dapat membingungkan didalam penentuan agreement-nya.
Berikut penjelasan dan beberapa contoh subject-verb agreement. [Subject= bold; verb, linking= italic; helping verb= underline]
No
Subject-Verb Agreement
Contoh Subject-Verb Agreement
1
Collective Noun
Collective noun merupakan kata benda yang digunakan untuk menyatakan suatu nama kumpulan (terdiri dari lebih dari satu anggota). Sebagai subjek, kata benda ini dapat singular atau plural tergantung konteks.Jika anggota kumpulan melakukan hal yang sama secara serentak, maka kata benda ini dianggap sebagai suatu kesatuan subjek dengan singular verb.
Sebaliknya, bila anggota dari kumpulan bertindak secara individual, maka dianggap sebagai subjek jamak dengan kata kerja yang jamak pula.
The teamisgoing on holiday now.
[Artinya: Para anggota team sedang pergi berlibur (bersama-sama) sekarang.]
The teamaregoing on holiday now.
[Artinya: Para anggota tim sedang berlibur (masing-masing) sekarang.]
2
Compound Subject
Jika dua atau lebih subjek, baik singularmaupun plural, dihubungkan dengan coordinate conjunctionAND, maka digunakan plural verb.
Ichel and her brothergo to school by bus.
(Ichel dan kakak laki-lakinya pergi ke sekolah dengan bus.)
Atiek, Adon and Iwere at home.
(Atiek, Adon, dan saya di rumah.)
Jika dua atau lebih singular subjek dihubungkan dengan OR atau NOR, maka digunakan singular verb. Berlaku sebaliknya pada plural subjek.
To stay or to gois your prerogative.
(Tinggal atau pergi adalah hakmu.) subjek berupainfinitive (to + verb)
The jackets or the shirts are in the cupboard.
(Jaket-jaket dan kemeja-kemeja ada di dalam lemari.)
Jika compound subjek yang menggunakan ORatau NOR terdiri dari singular dan plural nounatau pronoun, maka verb mengikuti subjek yang terdekat posisinya dengannya, baik sebelum maupun setelahnya (kalimat pertanyaan).
The woman or her friendseat lunch here every monday.
(Wanita itu atau teman-temannya makan siang disini setiap hari minggu.)
atau
Her friends or the womaneats lunch here every monday.
Does the woman or her friends eat lunch here every monday?
(Apakah wanita itu atau teman-temannya makan siang disini setiap hari minggu?)
atau
Do her friends or the woman eat lunch here every monday?
Jika compound subject terdiri atas subjek (tunggal maupun jamak) positif dan negatif, maka verb mengikuti yang positif.
The staffs but not the managerhavereceived their salaries.
(Para staff tapi tidak sang manager telah menerima gaji.)
It is mine, not theirs, that has wore out.
(Itu milikku, bukan milik mereka yang sudah aus.)
4. PRONOUNS Pronoun adalah kata yang digunakan untuk menggantikan noun (kata benda) yang dapat berupa orang, benda, hewan, tempat, atau konsep abstrak.
1. Personal Pronoun
Personal pronoun adalah kata ganti yang digunakan untuk orang, hewan, benda, atau hal secara spesifik. Kata ganti ini tergantung pada peran (subject, object, possessive), jumlah, orang ke-, dan gender dari noun yang digantikan.
Number
Person
Case
Subjective
Objective
Possessive
Singular
1st
I
me
mine
2nd
you
you
yours
3rd
she, he, it
her, him, it
hers, his
Plural
1st
we
us
ours
2nd
you
you
yours
3rd
they
them
theirs
Contoh Kalimat Personal Pronoun:
1
She prefers to brisk walk to jog.
(Dia lebih memilih jalan cepat daripada joging.) singular, 1st person, subject
2
Yours is on the table.
(Punyamu di atas meja.) singular, 2nd person, subject
2. Demonstrative Pronoun
Demonstrative pronoun adalah kata ganti yang menggunakan parameter number (jumlah) dan distance (jarak). Kata ganti yang digantikan umumnya berupa benda, namun dapat pula berupa orang atau hal.
Number
Distance
Pronoun
Singular
far (jauh)
that
near (dekat)
this
Plural
far (jauh)
those
near (dekat)
these
Contoh Kalimat Demonstrative Pronoun:
1
This is the most interesting book I’ve ever read.
(Ini buku paling menarik yang saya pernah baca.)
2
Is this your wallet?
(Apakah ini dompetmu?)
3. Interrogative Pronoun
Interrogative pronoun adalah kata ganti yang digunakan untuk membuat pertanyaan. Kata ganti bahasa Inggris ini meliputi
who(ever)
what(ever)
which(ever)
whose
whom
Contoh Kalimat Interrogative Pronoun:
1
Who is that man?
(Siapa lelaki itu?)
2
What are you doing?
(Apa yang sedang kamu lakukan?)
4. Relative Pronoun
Relative Pronoun adalah kata ganti untuk membentuk relative clause (adjective clause). Di dalam relative clause, relative pronoun dapat berfungsi sebagai subject, direct object, atau possessive. Kata ganti ini meliputi:
who(ever)
whom(ever)
whose
which(ever)
that
Contoh Kalimat Relative Pronoun:
1
The book which I bought yesterday is really interesting.
(Buku yang saya beli kemarin benar-benar menarik.)
2
The person whom (who = informal) you met yesterday was my neighbor.
(Orang yang kamu temui kemarin dulu tertangga saya.)
5. Indefinite Pronoun
Indefinite pronoun adalah kata ganti untuk orang, benda, atau hal secara umum (tidak spesifik). Kata ganti ini ada yang singular, plural, ataupun salah satu dari keduanya.
Contoh Indefinite Pronoun:
Singular
anybody/anyone (siapapun)
everybody/everyone (semua orang, setiap orang)
somebody, someone, one (seseorang)
nobody (tak seorangpun)
anything (apapun)
everything (segalanya)
something (sesuatu)
nothing (tak satupun)
another (tambahan, yang lain)
each (setiap)
either (yang satu atau yang lain)
neither (tidak satupun dari keduanya)
enough (cukup)
little (sedikit)
less (lebih sedikit)
much (banyak)
Plural
both (dua-duanya)
several (beberapa)
many (banyak)
few (sedikit)
fewer (lebih sedikit)
ones
Singular / Plural
all (semua, seluruh, satu hal)
none (tak seorangpun, tidak ada)
some (beberapa)
any (~jumlah tidak tentu atau tak terbatas)
more (lebih)
most (mayoritas)
Contoh Kalimat Indefinite Pronoun:
1
You did everything right.
(Kamu melakukan semuanya dengan benar.)
2
She said something about going home.
(Dia mengatakan sesuatu tentang pulang ke rumah.)
6. Reflexive Pronoun
Reflexive Pronoun adalah kata ganti yang digunakan untuk menyatakan bahwa subject suatu kalimat menerima aksi dari verb (reciprocal action).
Singular
myself, yourself, herself, himself, itself
Plural
yourselves, ourselves, themselves
Contoh Kalimat Reflexive Pronoun:
1
I‘m going to buy myself new jeans.
(Saya akan membeli celana jins.)
Intensive pronoun adalah kata ganti yang digunakan untuk memberikan penekanan pada antecedent (noun atau pronoun lain yang intensive pronoun di suatu kalimat mengarah kepadanya). Bentuknya sama dengan reflexive pronoun.
Contoh Kalimat Intensive Pronoun:
1
The bedroomitself is fine, but the bathroom is cramped.
(Kamar tidur tesebut baik, tapi kamar mandinya sempit.)
2
I believe happiness is a choice and therefore I myself am responsible for my own happiness.
(Saya percaya kebahagiaan adalah sebuah pilihan dan karena itu saya bertanggungjawab atas kebahagiaan saya sendiri.)
8. Reciprocal Pronoun
Reciprocal Pronoun adalah kata ganti yang digunakan pada kondisi ketika dua atau lebih subjek melakukan aksi yang sama terhadap satu sama lain. Pronoun ini terdiri dari: each other dan one another.
Contoh Kalimat Reciprocal Pronoun:
1
They love each other.
(Mereka saling mencintai.)
2
The five mountaineers helped one another during the storm.
(Lima pendaki gunung menolong satu sama lain selama badai itu.)
9. Expletive Pronoun
Expletive merupakan “empty words” atau kata-kata yang tidak menambah arti, namun berguna untuk memberi penekanan pada bagian tertentu suatu kalimat. There/it digunakan bersama verbbe untuk membentuk expletive construction.
Contoh Kalimat Expletive Pronoun:
1
There is no food in my house.
(Tidak ada makanan di rumahku.)
2
It was easy to meet him.
(Dulu mudah bertemu dengannya.)
Pronoun-Antecedent Agreement
Pronoun-antecedent agreement merupakan persesuaian antara pronoun dengan antecedent dalam hal number, person, dan gender. Antecedentsendiri adalah kata, frasa, atau klausa yang digantikan oleh pronoun. Agreement ini diperlukan tentunya jika ada keduanya di dalam kalimat.
No
Contoh Kalimat Pronoun-Antecedent Agreement
1
You should take off yours there.
(Kamu harus melepas milikmu di sana.) you = antecedent, yours = pronoun
2
I had completed my own tasks, and my colleagues tried to dump theirs on me.
(Saya telah menyelesaikan tugas-tugas saya, dan rekan-rekan kerja saya mencoba untuk melimpahkan tugas-tugas mereka kepada saya.) colleagues = antecedent, theirs = pronoun
Jika verb menjadi complement (objek) dalam sebuah kalimat, maka verbs tersebut bisa berbentuk verb+ingatauto+verb. Penentuan bentuk tersebut (apakah verb+ing atau to+verb) tergantung oleh verb yang menjadipredicatedalam kalimat itu.
Verb + GerundsGerund adalah kata kerja yang berfungsi sebagai kata benda sehingga dapat berfungsi sebagai subjek, objek dan pelengkap (complement) dalam kalimat, juga di belakang sebuah preposisi. Bentuk gerund biasanya disebut verb+ing. Mungkin istilah itulah yang biasa kita kenal selama ini mengenai gerund. Singkatnya, Gerund adalah kata benda yang dibentuk dari kata kerja (verb) + ing. Gerund sebagai pelengkap tidak dapat dijadikan subject dalam kalimat pasif (passive voice). Gerund terletak setelah to be: is/am/are, was/were, been/being/be. Contoh :
My hobby is fishing
Her hobby is reading novel
My favorite sport is playing football
What she wants to do now is crying over her mother to release her burden
He considered traveling to Europe for the summer, but he doesn’t have enough funds
verb + to infinitiveInfinitives adalah bentuk dasar dari verbs. Dalam bahasa inggris, penulisan infinitives biasanya diawali dengan “to”. Misalnya: to read, to walk, to give, dan seterusnya. Meskipun pada umumnya infinitive diawali dengan “to”, akan tetapi ada beberapa infinitive tanpa “to”, biasanya disebut dengan “bare infinitive”. Contoh:
a. Subject + Verb + to infinitive
I want to study English.
I hope to see you again.
Residents are not allowed to bring pets in my apartment.
b. subject + verb + object (nouns/ pronouns) + to infinitive
My boss expects me to finish the work as soon as possible.
The teacher reminded the students to do their homework.
The doctor advised him to stop smoking.
Verb + Preposition + Gerund Ada dua kemungkinan jika Gerund digunakan sebagai Object, yakni Object of Preposition (Object Kata Depan) dan Object of Verb (Object Kata Kerja). Beberapa preposisi (preposition) lazim yang sering diikuti oleh Gerund adalah: about, in, for, of, without, from, by, dan to. Untuk preposisi “to”, boleh diikuti Gerund jika fungsinya memang sebagai presposisi, bukan bentuk dari infinitive. Contoh :
When indicating that one person pr thing does something and then adding that another does the same. Use the word so or too. To avoid needless repetition of words from the affirmative statement, use the conjunction and followed by a simple statement using so or too. The order of this statement will depend on whether so or too is used.
When a form of the verb be is used in the main clause, the same tense of the verb be is used in the simple statement that follows.
affirmative statement (be) + and + subject + verb (be) + too
so + verb (be) + subject
e.g. I am happy. You are happy
– I am happy and you are too
– I am happy and so are you
When a compound verb (auxiliary + verb), for example, will go, should do, has done, have written, must examine, etc. occurs in the main clause, the auxiliary of the main verb is used in the simple statement, and the subject and verb must agree.
Affirmative statement + and + subject + auxiliary only + too
so + auxiliary only + subject
e.g. They will work in the lab tomorrow. You will work in the lab tomorrow.
– They will work in the lab tomorrow and you will too
– They will work in the lab tomorrow and so will you
When any verb exceptbe appears without any auxiliaries in the main clause, the auxiliary do, does, or did is used in simple statement. The subject and verb must agree and the tense must be the same.
Affirmative statement + and + subject + do, does, or did + too
(single verb except be) so + do, does, or did + subject
e.g. Jane goes to that school. My sister goes to school
– Jane goes to school and my sister does too
– Jane goes to school and so does my sister
Negative Agreement
Either and Neither function in simple statements much like so and too in affirmative sentences. However, either and neither are used to indicate negative agreement. The same rules for auxiliaries, be and do, does, or did apply.
Negative statement + and + subject + negative auxiliary or be + either
neither + positive auxiliary + subject
e.g. I didn’t see Mary this morning. John didn’t see Mary this morning.
– I didn’t see Mary this morning and John didn’t either
– I didn’t see Mary this morning and neither did John
She hasn’t seen the movie yet. I haven’t seen the movie yet.
– she hasn’t seen the movie yet and I haven’t either
– she hasn’t seen the movie yet and neither have .
Negation
To make a sentence negative, add the negative particle not after the auxiliary or verb be. If there is no auxiliary or be, add the appropriate form of do, does, or did and place in word not after that.
e.g.
John is rich John is not rich
Mark has seen Bill Mark has not seen Bill
The following examples contain no auxiliary and thus use do, does, or did.
e.g.
Marvin likes spinach Marvin does not like spinach
They went to class They did not go to class
Some/any
If there is a noun in the complement of a negative sentence, one should add the particle any before the noun.
Some affirmative sentences
Any negative sentences and question
e.g. John has some money
John doesn’t have any money
Hardly, barely, rarely, seldom, etc.
Remember that in an English sentence it is usually incorrect to have two negatives together. This is called a double negative and is not acceptable in standard English. The following words have a negative meaning and, thus, must be used with a positive verb
Hardly almost nothing
Barely mean or
Scarcely almost not at all
Rarely
Seldom mean almost never
Hardly ever
e.g.
She scarcely remembers the accident (she almost doesn’t remember the accident)
We seldom see phone of these animals (we almost never see photos of these animals)
Commands
A command is an imperative statement. One person orders another to do something. It can be preceded by please. The understood subject is you. Use the simple form of the verb.
Close the door leave the room
Please turn off the light Open your book
Negative commands: A negative command is formed by adding the word don’t before the verb.
Don’t close the door
Please don’t turn off the light
Indirect commands: Usually the verbs order, ask, tell, or say are used to indicate an indirect command. They are followed by the infinitive (to + verb).
Jack asked Jill to turn off the light
The policeman ordered the suspect to be quite
Negative Indirect commands: to make an indirect command negative, add the particle not before the infinitive.
Subject + verb + complement + not + (verb in infinitive)
e.g.
The teacher told Christopher not to open the window
Modal Auxiliary adalah kata kerja yang bertugas membantu kata kerja utama. Jadi Modal Auxiliary adalah kata kerja pembantu, dan kata kerja utama itu adalah “majikannya”. Contoh: I will explain about modal auxiliary. “Will” adalah kata kerja bantu yang bertugas membantu kata kerja utamanya yaitu “Explain”. Karena hanya pembantu, sehingga ketika dihilangkan tidak akan menjadi masalah dan kalimat tersebut tidak akan kehilangan makna utamanya. Tapi kalau kata kerja utamanya yang dihilangkan, maka kalimat tersebut akan kehilangan makna. Modal auxiliary hanya terdiri dari beberapa kata kerja saja. Jadi kita tidak perlu khawatir dalam memahaminya. Berikut saya jelaskan apa saja yang termasuk modal auxiliary disertai dengan contoh kalimatnya.
Contoh dan Fungsi
WILL Fungsi:
Berbicara tentang pekerjaan di masa depan, Contoh: I won’t (will not) be in the office until 11; I’ve got a meeting
Membuat semi formal permintaan, Contoh: Will you open the window, please? It’s very hot in here.
SHALL Fungsi:
Untuk menawarkan sesuatu, Contoh: Shall I fetch you another glass of wine?
Membuat kalimat saran, Contoh: Shall we go to the cinema tonight?
MAY & MIGHT Fungsi:
Menggambarkan pekerjaan yang mungkin terjadi. Bedanya May lebih memungkinkan terjadi (50% chance); sedangkan might lebih meragukan (mungkin hanya 30% chance). Contoh: She may be back in her office: the lecture finished ten minutes ago.
Menunjukkan persetujuan atau izin. Jadi biasa diterjemahkan dengan arti “boleh”. Contoh: You may go home now.
WOULD Fungsi:
Bentuk past dari will. Contoh: He said the next meeting would be in a month’s time.
Permintaan tolong yang lebih halus dari “will”. Contoh: Would you like another cup of tea?
CAN & COULD Fungsi:
Berbicara tentang kemampuan. Contoh: Can you speak Mandarin? (present) She could play the piano when she was five. (past)
Membuat permintaan, Contoh: Can you give me a ring at about 10? Could you speak up a bit please? (slightly more formal, polite or ‘softer’)
Permohonan izin, Contoh: Can I ask you a question? Could I ask you a personal question? (more formal, polite or indirect)
Pilihan, Contoh: If you want some help with your writing, you can come to classes, or you can get some 1:1 help.
MUST Fungsi:
Untuk menunjukkan sebuah kewajiban atau keharusan. Contoh: People must try to be more tolerant of each other.
Sugesti/saran/ajakan yang kuat. Contoh: I think you really must make more of an effort.
Menunjukkan arti “Pasti”. Contoh: This must be the place – there’s a white car parked outside (ini pasti tempat – ada mobil putih yang diparkir di luar). Jadi must di sini artinya bukan “harus”, tapi “pasti”.
SHOULD Fungsi:
Memberi Saran. Contoh: I think you should go for the Alfa rather than the Audi.
Kewajiban, tapi lebih lemah dari “must”. Contoh: The equipment should be inspected regularly. (Peralatan harus diperiksa secara rutin).
Seharusnya, tapi ga terjadi. Contoh: I should have renewed my TV licence last month, but I forgot.
OUGHT TO Ought to punya makna yang sama dengan should, biasanya dipakai pada kalimat affirmative pada waktu present (saat ini). Contoh: You should/ought to get your hair cut.
catatan untuk modal auxiliary
Tidak bisa diikuti oleh Modal yang lain. Jadi tidak boleh: I should can, kalau terpaksa, maka “can” harus diganti dengan “be able” sehingga menjadi: I should be able.
Tidak bisa berganti bentuk atau ditambahi, misalnya ditambahi “-s” atau “-ed”. Jadi tidak boleh: She cans (tetap she can sekalipun orang ketiga tunggal)
Selain Ought, modal auxiliary tidak boleh diikuti “to”. Jadi tidak boleh: You can to go, tapi harus: you can go.
8. ADJECTIVE & ADVERBS Secara umumadjectivemerupakan kata yang biasa digunakan dalam menerangkan kata benda, orang, hewan, kata ganti, dan juga tempat sedangkanadverbmerupakan kata yang digunakan dalam menerangkan kata benda. Kedua kata terbut dapat memiliki kesamaan makna atau dengan kata lain penggunaan adverb sama denganadjectivepada kondisi tertentu. Kedua kata tersebut memiliki kesamaan sebagai kata tambah yang digunakan dalam menerangkan sesuatu.
List Adverb Yang Dibentuk Dari AdjectiveDalam menjalankan fungsinya sebagai kata tambahan, maka kedua kata tersebut memiliki kesamaan dan juga dapat dibentuk dari kata satu sama lain yang memiliki makna yang sama.
Dari tabel di atas dapat dilihat adanya perbedaan dari perubahan bentuk adjective ke dalam bentuk adverb. Akan tetapi terdapat beberapa kata yang tidak memiliki perubahan baik dalam bentuk adverb dan adjective. Pada keadaan tersebut maka dikatakan sebagai adverb sama dengan adjective. Beberapa list kata yang memiliki makna sebagai adverb sekaligus adjective antara lain adalah half, early, fast, hard dan straight.
Contoh kalimat dari adverb yang memiliki arti sama dengan adjective adalah:
She runs fast (adverb) – she’s a fast runner. (adjective)
He studies hard. (adverb) – It’s a hard life. (adjective)
Perbedaan Adverb Dan Adjective
Secara umum, adverb dapat diartikan sebagai kata kerja sedangkan adjective kata sifat yang mana masing-masing dari kata tersebut menerangkan satu sama lain apabila dalam satu struktur kalimat atau terpisah. Perbedaan adverb dan adjective dapat Anda lihat pada contoh kalimat yang mengandung beberapa kata adverb dan adjective seperti contoh berikut ini:
Connectors dibagi menjadi 3, yaitu:
Menunjukan waktu : before, after, as soon as, while, when.
We went home after the rain stopped.
I prepare my ticket and passport before I go on holiday to Paris.
I started to look for an apartment as soon as I arrived in this city.
While he was reading her novel, somebody knocked on the door.
I was really sad when I saw a drama movie.
Menunjukan sebab dan akibat : because/because of, since.
I went to the hospital because I had a serious accident.
I went to the hospital because of my serious accident.
Since I have no money, I can’t treat you.
Menunjukan tanda urutan: first, next, then, after that, finally.
first, we must prepare the ingredients.
Next, we cut the vegetables into small pieces.
After that, we put them into frying pan.
Finally, we put some sauce and salt.
Coordinate Connector adalah AND, BUT, OR, or SO.
Banyak kalimat dalam Bahasa Inggris yang terdiri dari dua klausa ( Klausa adalah kelompok kata yang paling sedikit terdiri dari satu Subject dan satu Verb (Predikat).
Ketika ada dua kalimat dalam Bahasa Inggris, kita harus menggabungkannya dengan benar. Saalah satu cara untuk menggabungkan dua buah kalusa adalah dengan menggunakan AND, BUT, OR, or SO.
Contoh:
The sun was shining and the sky was blue.
The sky was blue, but it was very cold.
It may rain tonight, or it may be clear.
It was raining outside, so I took my umbrella.
Analisa:
Keempat kalimat diatas terdiri dari dua klausa dan semuanya di hubungkan dengan sebuah Coordinate Coonector dan sebuah Comma.
Jadi , Connectors adalah kata penghubung atau conjunction memiliki 3 jenis yaitu : Coordinating Connectors, Subordinating Connectors (cause connector, misal: because, because of) dan Correlative Connectors (Not only…but also, either or…neither nor, both…and)
Coordinate connectors adalah kata hubung yang digunakan untuk menghubungkan dua konstruksi gramatikal yang sama yaitu: kata, frasa (phrase), atau klausa (clause). Elemen yang dihubungkan tersebut biasanya bersifat paralel (kedudukannya sejajar) secara struktur gramatikal. Kata hubung ini sering digunakan pada compound sentence untuk menghubungkan dua independent clause.
CONTOH KALIMAT SUBORDINATE CONNECTORS
Although/even though/while I’m annoyed, I try to think positively.
PENGERTIAN CORRELATIVE CONNECTORS
Correlative Connectors adalah kata hubung yang digunakan berpasangan untuk menunjukkan hubungan antara dua kata, frasa (phrase), atau klausa (clause). Elemen kalimat yang dihubungkan biasanya bersifat paralel (ke dudukannya sejajar) secara struktur gramatikal. Kata hubung ini disebut juga paired connectors.
Causative verb adalah kata kerja yang digunakan untuk menunjukkan bahwa subjectmembuat seseorang atau sesuatu melakukan suatu aksi.
Contoh causative verb yaitu: allow, cause, confince, enable, force, get, have, hold, keep, lead, let, make, motivate, permit, dan require. Namun yang paling populer antara lain: let, make, have, dan get.
Active dan Passive Causative Structure
Seseorang atau sesuatu yang sesungguhnya melakukan aksi disebut agent, sedangkan aksi yang dilakukan oleh agent diungkapkan dalam action verb.
Action verb tersebut bentuknya dapat dalam bare infinitive (bentuk dasar kata kerja) atau infinitive (to verb), tergantung kata kerja apa yang digunakan. Struktur di atas disebut active causative structure.
I’ll have the plumber fix the sink.
(Saya akan menyuruh tukang ledeng memperbaiki wastafel itu.) saya menyebabkan aksi memperbaiki wastafel dilakukan
Adapula struktur yang biasanya tidak menyebutkan agent (dapat disebutkan dengan prepositional phrase “by …”) dan menggunakan action verb dalam past participle (verb-3) yang disebut passive causative structure.
I had my hair cut.
(Saya memotong rambut.) dilakukan oleh orang lain dengan permintaan saya
Makna dan Contoh Kalimat Causative Verb Let, Make, Have, dan Get
Let, make, have, get masing-masing memiliki makna dan rumus yang berbeda sebagai causative verb.
1. Let
Let someone/something do something (let + agent + bare infinitive) berarti memperbolehkan (allow) seseorang untuk melakukan sesuatu atau membiarkan sesuatu terjadi tanpa berusaha menghentikannya.
Contoh Kalimat Causative Verb:
1
My father let me choose my future career.
(Ayah saya memperbolehkan saya memilih karir masa depan saya.)
2
The shepherd lets his sheep graze in the meadow.
(Gembala itu membiarkan domba-dombanya merumput di padang rumput.)
2. Make
Make someone do something (make + agent + bare infinitive) untuk menunjukkan bahwa subjek kalimat memaksa (force) untuk melakukan sesuatu atau menyebabkan (cause) seseorang untuk melakukan sesuatu yang tidak dapat dia kendalikan.
Contoh Kalimat Causative Verb:
1
She made her daughter eat broccoli.
(Dia memaksa anak perempuannya memakan brokoli.) force
2
The manager makes her staff work hard.
(Manager itu mendorong staffnya bekerja keras.) force
3
Hendra always makes me laugh.
(Hendra selalu membuat saya tertawa.) cause
3. Have
Have somebody do something (have + agent + bare infinitive) digunakan ketika kita membicarakan tentang kita menyebabkan (cause), membujuk (persuade), meminta (ask) atau mengatur (arrange) seseorang untuk melakukan sesuatu untuk kita. Have somebody doing something (have + agent + present participle) juga dapat digunakan untuk aksi yang terjadi secara terus-menerus selama periode waktu tertentu.
Adapula have something done (have + object + past participle) untuk membicarakan tentang seseorang yang melakukan sesuatu yang kita minta atau instruksikan untuk kita dengan menekankan pada proses atau aksi daripada yang melakukannya.
Contoh Kalimat Causative Verb:
1
I’ll have him take your kids to school.
(Saya akan mengatakan padanya untuk mengantar anak-anakmu ke sekolah.)
2
My boss had me working on several projects at a time last year.
(Bos menyuruh saya mengerjakan beberapa proyek dalam waktu yang bersamaan tahun lalu.)
3
I had my house renovated last week.
(Rumah saya direnovasi minggu lalu.)
4
She had her phone’s battery replaced by a local shop.
(Baterai ponselnya diganti oleh toko setempat.)
4. Get
Get somebody/someone to do something (get + agent + infinitive) mirip maknanya dengan have somebody do something namun berbeda struktur kalimat. Have diikuti bare infinitive, sementara get diikuti infinitive. Sedangkan get something done (get + object + past participle) sama dengan have something done yang berarti mengakibatkan sesuatu dilakukan atau terjadi.
Contoh Kalimat Causative Verb:
1
She got her father to buy her a new bag.
(Dia membuat ayahnya membelikannya tas baru.)
2
I got my cat to stop biting.
(Saya membuat kucing saya berhenti menggigit.)
3
Yulia got her room cleaned.
(Yulia menyuruh seseorang untuk membersihkan kamarnya.) ~ Yulia had her room cleaned
Adjective clause atau dikenal juga sebagairelative clause adalah klausa yang terdiri dari subjek dan kata kerja (verb).Adjective clauseberfungsi sebagaiadjectiveatau menerangkan kata benda dalam suatu kalimat[i]. Klausa ajektiva atau klausa relatif memberikan keterangan tambahan mengenai satu dari nomina-nomina dalam klausa utama[ii]Biasanya, ia diawali olehrelative pronounataurelative adverbseperti; who, whom, whose, which, where, when, why,danthat.
Untuk lebih memahami bentuk dan fungsi dari adjective clause, kita dapat melihat contoh-contoh berikut.
2. Jenis-jenis relative pronoun dalam adjective/relative clause
a. Who = orang (subjek)
Contoh 1
I am a girl who (that) is good at dancing.
[Saya adalah perempuan yang pandai menari.]
Pada contoh 1, ‘who is good at dancing’ merupakan adjective atau relative clause yang merujuk pada noun ‘a girl’ yang mana noun ‘a girl’ tersebut merujuk pada subjek ‘I’. Pada contoh 1, kalimat tersebut awalnya terdiri dari dua klausa yaitu:
“I am a girl dan I am good at dancing.”
Dalam contoh 1, dua klausa tersebut disatukan dalam satu kalimat dengan menggunakan relative pronoun ‘who’, karena ‘who’ memiliki posisi yang setara dengan subjek ‘I’ maka setelah klausa-klausa tersebut digabung, pronoun ‘I’ tidak disebutkan kembali.
b. Whom = orang (objek)
Contoh 2
The man whom (that) I talked to last night was Bobi.
[Pria yang berbicara dengan saya tadi malam adalah Bobi.]
Pada contoh 2, kalimat tersebut awalnya terdiri dari dua klausa yaitu:
“The man was Bobi dan I talked to (the man) last night.”
Dalam contoh 2, contoh ini berbeda dengan contoh 1 yang mana penggunaan relative pronoun merujuk pada subjek, pada contoh 2 ini, noun ‘the man’ merujuk pada objek ‘Bobi’ sehingga menggunakan relative pronoun ‘whom’. Pada contoh 2, ‘who I talked to last night’ merupakan adjective atau relative clause yang merujuk pada noun ‘Bobi’ yang memiliki posisi sebagai objek dalam kalimat.
c. Whose = milik atau kepemilikan
Contoh 3:
I have just met Sani whose husband works for Kodelokus.
[Saya baru saja bertemu dengan Sani yang suaminya bekerja di Kodelokus.]
Pada contoh 3, kalimat tersebut awalnya terdiri dari dua klausa yaitu:
“I have just met Sani dan Sani’s husband works at Kodelokus”
Dalam contoh 3, kalimat tersebut menggunakan relative pronoun whose karena merujuk pada ‘Sani’s husband’ atau suami ‘yang dimiliki’ Sani. Pada contoh 3, ‘whose husband works at Kodelokus’ merupakan adjective atau relative clause yang merujuk pada Sani’s husband.
d. That = benda atau orang
Contoh 4:
It is a book that is good for children.
[Ini buku yang baik untuk anak-anak.]
Pada contoh 4, kalimat tersebut awalnya terdiri dari dua klausa yaitu:
“ It is a book dan The book is good for children ”
Dalam contoh 4, kalimat tersebut menggunakan relative pronoun that yang merujuk pada benda yaitu ‘book’.Relative pronoun ‘that’ lebih sering digunakan dalam kalimat yang mengandung relative/ adjective clause dibandingkan ‘who’, ‘whom’, ataupun ‘which’.
e. Which = benda
Contoh 5:
It is a phone which will change the world.
[Ini adalah telepon yang akan mengubah dunia.]
Pada contoh 5, kalimat tersebut awalnya terdiri dari dua klausa yaitu:
“It is a phone dan This phone will change the world”
Dalam contoh 5, kalimat tersebut menggunakan relative pronoun ‘which’ karena merujuk pada benda yaitu ‘a phone’. Pada contoh 3, ‘which will change the world’ merupakan adjective atau relative clause yang merujuk pada benda ‘phone’. Dalam kalimat yang mengandung relative pronoun yang merujuk pada benda, kita dapat menggunakan thatataupun ‘which’ tetapi pada umumnya relative pronoun ‘that’ lebih sering digunakan.
f. When = waktu
Contoh 6:
I can not remember the day when he was gone.
[Saya tidak dapat mengingat hari ketika dia pergi.]
Pada contoh 6, ‘when he was gone’ merupakan adjective atau relative clause. Dalam contoh 6, kalimat tersebut menggunakan relative adverb ‘when’ karena merujuk pada waktu dalam kalimat yaitu ‘the day’.
g. Where = tempat
Contoh 7:
Jakarta is the city where my sister was born.
[Jakarta adalah kota dimana kaka saya dilahirkan.]
Pada contoh 7, ‘where my sister was born’ merupakan adjective atau relative clause.Dalam contoh 7, kalimat tersebut menggunakan relative adverb ‘where’ karena merujuk pada tempat dalam kalimat yaitu ‘the city’
h. Why = alasan
Contoh 8:
I do not know the reason why she is angry at me.
[Saya tidak mengetahui alasan mengapa dia marah pada saya.]
Pada contoh 8, ‘why she is angry at me’ merupakan adjective atau relative clause.Dalam contoh 8, kalimat tersebut menggunakan relative adverb ‘why’ karena merujuk pada ‘the reason’ atau memberikan keterangan lebih terkait suatu alasan mengapa suatu hal terjadi.
Contoh lainnya:
The girl who (that) is wearing the red veil is my little sister.
[Gadis yang menggunakan kerudung merah adalah adik saya.
The girl whom (that) he saw at the party was Bunga.
[Gadis yang dia lihat di pesta adalah Bunga.]
The woman, whose the wallet is falling, is my friend.
[Wanita, yang dompetnya jatuh, adalah teman saya.]
Do you know the girl that I talked to?
[Apakah kamu tahu gadis yang berbicara denganku?]
Our car which is red is very expensive.
[Mobil kami yang berwarna merah sangatlah mahal.]
My father passed away when I was a kid.
[Ayah saya meninggal dunia ketika saya masih kecil.]
Relative/ adjective clause juga bisa menjadi subjek dalam suatu kalimat, seperti dalam contoh:
Who is wearing red jacket is my friend.
Who is wearing red jacket
is
my friend.
Subject
linking verb
complement
Catatan penting untuk diingat kembali!
*pronoun yang merujuk pada hal yang sama sebagai relative pronoun harus disembunyikan sebagai contoh:
The boy is my brother. You called him yesterday.
The boy whom you saw him yesterday is my brother.
The boy whom you saw yesterday is my brother. √
3. Jenis-jenis adjective/relative clause
Terdapat dua jenis relative clause yaitu non restrictive clauses dan restrictive clauses[iii]
3.1 Restrictive clause
Restrictive clause (essential/ defining relative clause) adalah klausa yang ditambahkan dalam suatu kalimat, diperlukan dalam kalimat tersebut karena mempengaruhi makna yang ada dalam kalimat dan tidak disertai dengan koma. Untuk lebih dapat memahaminya, dapat dilihat dalam contoh berikut. Relative pronoun ‘that’ hanya digunakan dalam restrictive clause.
Contoh 1
My uncle who is wearing black shirt lives in Bandung.
Pada contoh kalimat 1, ‘who is wearing black shirt’ tersebut merupakan restrictive clausekarena ditandai dengan tidak adanya koma. Contoh kalimat 1 tersebut berarti menunjukan jika keterangan atau kalimat ‘who is wearing black shirt’ tersebut penting atau dibutuhkan dalam kalimat. Dalam konteks kalimat pertama, mungkin seseorang yang mengutarakan atau menulis kalimat tersebut memiliki beberapa paman, dan hanya paman yang menggunakan kemeja berwarna hitam yang tinggal di Bandung
3.2 Non-restrictive clause
Non-restrictive clauses (non-essential/ non- defining relative clause) adalah klausa yang ditambahkan dalam suatu kalimat tetapi tidak diperlukan, kehadiran klausa non-restrictive dalam kalimat ditandai dengan koma.
Contoh 2
My uncle, who is wearing black shirt, lives in Bandung.
Sedangkan pada contoh kalimat ke 2, kalimat tersebut mengandung non restrictive clause. Makna yang terdapat pada kalimat ke 2 berarti tidak dibutuhkan atau dapat dihilangkan. Dalam konteks kalimat kedua, mungkin seseorang yang mengutarakan atau menulis kalimat tersebut hanya memiliki seorang paman, dan satu-satunya paman yang dia miliki tinggal di Bandung. Penggunaan defining relative clauses ini untuk memperjelas siapa atau apa yang sedang dibicarakan[iv]
Itulah pembahasan terkait adjective clause yang harus dipahami dalam academic writing.Dalam membuat kalimat academic writing, kita juga harus memerhatikan kata kerja yang digunakan ketika menjelaskan noun yang berbentuk singular maupun plural. Seperti dalam contoh:
adalah kata-kata yang tidak perlu dalam sebuah
kalimat. Redundancy adalah pengulangan ide yang tidak perlu.
1. Penggunaan kata atau frase yang tidak perlu.
– Redundant
: The room was red in colour.
– Benar
: The room was red
2. Pengulangan noun atau pronoun yang
tidak perlu.
– Redundant
:.Thelma she ran into her room and slammed the door.
– Benar
: Thelma ran into her room and slammed the door.
3. Penggunaan frase yang terlalu boros yang sebenarnya
ada adverb yang bisa digunakan.
– Wordy
: He looked at me in a threatening manner.
– Padat
: He looked at me threateningly.
Sumber : Fanani, Achmad. ,2009. Tips-tips terbaik lolos
TOEFL, Jogjakarta: Mitra Pelajar.
Sequence Of Tenses
1. Apabila ada dua kejadian yang terjadi secara berurutan
langsung, maka tenses yang dipakai adalahsimple past dan simple past.
Ciri-ciri : tidak ada jeda waktu dan biasanya ada sebab
akibat
Contoh :
–
after he closed the door, he went to bed
–
After she arrived, the bus left
Conjunction : after, before, when, as soon as
2. Apabila ada dua kejadian yang terjadi secara
berurutan tidak langsung, maka tenses yang dipakai adalah past perfect dan
simple past.
Ciri-ciri : kejadian mana yang pertama dalam kalimat
itu menggunakan past perfect,dan kejadian yang kedua
menggunakan past tense.
Contoh :
– they
went on holiday after they had taken an exam
–
Before the police came, the thief had left
Conjunction : as soon as, after, before, when
3. Apabila ada kejadian pertama sudah berlangsung
beberapa saat pada durasi waktu tertentu ketika kejadian kedua terjadi, maka
tenses yang dipakai adalah past perfect continuous dan simple past.
Contoh:
– when
I visited her yesterday, she had been studying for two hours
– They
had been playing futsal for an hour when we came
4. Apabila kejadian pertama berlangsung ketika kejadian
kedua terjadi, maka tenses yang dipakai adalah past continuous dan simple
past.
Contoh :
– I
was watching TV while she knocked at the door
– I
was writing a letter when my mother called me
Conjunction : when, while, as
5. Apabila ada dua kejadian yang terjadi secara
bersamaan maka tenses yang dipakai adalah past continuous dan past
continuous.
Contoh:
–
my father was reading magazine while my mother was cooking
adalah noun, pronoun, atau noun substitute yang
menerangkan untuk siapa atau apa sesuatu dilakukan oleh action verb. Objek
ini menjawab pertanyaan “to/for whom” atau “to/for what”. Suatu kata kerja
diikuti indirect object hanya jika memiliki direct object. Kedua
objek tersebut selalu orang, tempat, benda, binatang, maupun hal yang berbeda.
Contoh :
– The
manager gave him no choice. –> Gave no choice to whom?
– My
uncle donated his salary to charity. –> Donated his salary to what?
adalah kata-kata yang tidak perlu dalam sebuah kalimat. Redundancy adalah pengulangan ide yang tidak perlu.
1. Penggunaan kata atau frase yang tidak perlu.
– Redundant : The room was red in colour.
– Benar : The room was red
2. Pengulangan noun atau pronoun yang tidak perlu.
– Redundant :.Thelma she ran into her room and slammed the door.
– Benar : Thelma ran into her room and slammed the door.
3. Penggunaan frase yang terlalu boros yang sebenarnya ada adverb yang bisa digunakan.
– Wordy : He looked at me in a threatening manner.
– Padat : He looked at me threateningly.
Sumber : Fanani, Achmad. ,2009. Tips-tips terbaik lolos TOEFL, Jogjakarta: Mitra Pelajar.
Sequence Of Tenses
1. Apabila ada dua kejadian yang terjadi secara berurutan langsung, maka tenses yang dipakai adalahsimple past dan simple past.
Ciri-ciri : tidak ada jeda waktu dan biasanya ada sebab akibat
Contoh :
– after he closed the door, he went to bed
– After she arrived, the bus left
Conjunction : after, before, when, as soon as
2. Apabila ada dua kejadian yang terjadi secara berurutan tidak langsung, maka tenses yang dipakai adalah past perfect dan simple past.
Ciri-ciri : kejadian mana yang pertama dalam kalimat itu menggunakan past perfect,dan kejadian yang kedua menggunakan past tense.
Contoh :
– they went on holiday after they had taken an exam
– Before the police came, the thief had left
Conjunction : as soon as, after, before, when
3. Apabila ada kejadian pertama sudah berlangsung beberapa saat pada durasi waktu tertentu ketika kejadian kedua terjadi, maka tenses yang dipakai adalah past perfect continuous dan simple past.
Contoh:
– when I visited her yesterday, she had been studying for two hours
– They had been playing futsal for an hour when we came
4. Apabila kejadian pertama berlangsung ketika kejadian kedua terjadi, maka tenses yang dipakai adalah past continuous dan simple past.
Contoh :
– I was watching TV while she knocked at the door
– I was writing a letter when my mother called me
Conjunction : when, while, as
5. Apabila ada dua kejadian yang terjadi secara bersamaan maka tenses yang dipakai adalah past continuous dan past continuous.
Contoh:
– my father was reading magazine while my mother was cooking
adalah noun, pronoun, atau noun substitute yang menerangkan untuk siapa atau apa sesuatu dilakukan oleh action verb. Objek ini menjawab pertanyaan “to/for whom” atau “to/for what”. Suatu kata kerja diikuti indirect object hanya jika memiliki direct object. Kedua objek tersebut selalu orang, tempat, benda, binatang, maupun hal yang berbeda.
Contoh :
– The manager gave him no choice. –> Gave no choice to whom?
– My uncle donated his salary to charity. –> Donated his salary to what?
the following words are often misused by native english
speakers as well as nonnative speakers. sometomes the spelling are so
similer that people fail to distinguish between them .others are pronounced
exactly the same,but they are spelled differently and have different meanings.
words in the letter category are called homonyms. study the words, parts of
speech (noun,verb,etc)
definition,and simple sentence in his list.
ANGEL (noun)- a spiritual or heavenly being. the cristmes
card portrayed a choir of angels hovering over the shephereds.
ANGEL (noun)- a figure out formed by two lines meeting at a
common point. the carpenters placed the plunks at right angle.
B. Confusingly Related Words
1. Advice, Advise
Advice : Opinion given someone (noun form)
Advise : Act of giving an opinion (verb form)
· She
can give you a good advice will make you to be a better person
· I
can find the best way to advise your brother
2. Affect, Effect
Affect : Mean influence (usually a verb)
Effect : End result of influence (usually a
noun)
· This
supplement can affect my concentration on work
· The effect of
Tsunami was devasting
3. Save, Safe
Save : Mean to keep or to save
(verb)
Safe : Mean giving protection
(adjective)
· Please save this
document
· I
feel safe with you
C. Use of prepositions
Many prepositional phrase seem adverbial in meaning, in that
they often indicate time, place, manner, or degree, as adverbs do. However, the
same prepositonal phrase may be used as an adjective, an adverb, or a noun.
- The delegates went for
a swim before breakfast. (Adverb)
- A swim before
breakfast is better than one after dinner. (Adjective)
- Before breakfast is a
good time to swim. (Noun)
Prepositional phrases used as adverbs usually follow the verb,
though like adverbs, they can be moved to other prepositions in the sentence.
Prepositional phrases used as adjectives usually follow the nouns they modify.
Prepositional phrases used as nouns will be subject, object, or complement in
the sentence.
D. Verbal idioms
Pada dasarnya yang di maksud dengan idiom adalah suatu
susunan kata yang tidak bisa di artikan berdasarkan kata per kata, namun
susunan kata yang di artikan berdasarkan makna secara keseluruhan yang telah
menjadi kebiasaan dalam berkomunikasi. Sebagai contoh, idiom “after all”, jika
di artikan kata per kata maka after all memiliki arti “setelah
semuanya”, namun maksud sesungguhnya dari after all adalah
“bagaimanapun juga”. Contoh lainnya, idiom “all the same”, jika di artikan
terpisah maka all yang berarti “semua”, dan the same yang
berarti “sama” atau “kesamaan”, jika di gabung kurang lebih artinya “semua
sama” atau “sama semua”, namun bukan itu yang di maksud dengan all the
same, maksud sebenarnya dari all the same adalah “namun”.
E.Common Combination and Preposition
Adjective (kata sifat) digunakan untuk mendeskripsikan
seseorang atau sesuatu.
penggunaan yang lebih kompleks
dengan mengombinasikannya dengan preposition (kata depan) yang
berfungsi menghubungkannya dengan suatu objek.
Kombinasi adjective dan preposition di
dalam kalimat digunakan untuk membuat kalimat baru tetapi tidak mengubah arti
dari kata kerja seperti halnya dengan kata kerja dua kata.
Tidak semua adjective memiliki “pasangan” preposition dan ada
sebagi an adjective yang dapat menggunakan beberapa preposition.