Wednesday, April 3, 2019

TUGAS SOFTSKILL - MINGGU 1-14

BAHASA INGGRIS BISNIS 2





Disusun oleh :
Kelas 4KA19


      Rizky Octaviani                                                                       (16115193)



JURUSAN SISTEM INFORMASI
FAKULTAS ILMU KOMPUTER DAN TEKNOLOGI INFORMASI
UNIVERSITAS GUNADARMA
2018/2019



  • Subject , Verb , Complement & Modifier

     A. Subject

  •  is the agent of sentence in the active voice (agen dari suatu kalimat dalam bentuk aktif)
  • is thing/person that performs or responsible for the action of a sentence (benda/orang/pihak yang melakukan kegiatan atau yang bertanggung jawab terhadap suatu aksi dalam suatu kalimat)
  •  normally precedes the verb (biasanya mendahului verb) 
  •  Contoh subjek : I, You, We, They, He, She, It.

  Contoh dalam kalimat :

     ·        I explain how to study English

     ·        She listens to my explanation

     ·        They didn’t understand that language

·       
     Subjek dapat diketahui dari pertanyaan who (siapa) atau what (apa) yang melakukan perbuatan pada suatu kalimat.
f
d
f        B. Verb

         Verb is the action of a sentence (aksi atau perbuatan pada suatu kalimat)
         Verb phrase: gabungan antara auxilaries dengan main verb (kata kerja utama)
    
         Jenis-jenis Verb :


         1) Transitive Verb
             Adalah kata kerja yang membutuhkan objek kalimat.
             Contoh : She opened the window every morning.

         2) Intransitive Verb
        Adalah kata kerja yang tidak membutuhkan objek kalimat.
             Contoh: My son is sleeping soundly.

         3) Linking Verb
    Adalah kata kerja yang berfungsi menghubungkan antara subjek dengan         complement (pelengkap). Kata yang dihubungkan dengan subjek tersebut           dinamakan subject complement.
 Yang termasuk linking verb adalah appear, be (am, is, are, was, dll.), become, feel,   look, taste, stay, remain, seem, smell.
      Contoh : The food tasted delicious.
   
         4) Auxiliary Verb (kata kerja bantu)
      Adalah kata kerja yang bertugas untuk membantu kata kerja utama dalam sebuah    kalimat. Yang termasuk Auxiliary verb adalah Is, am, are, was, were, do, does, did, has, have, had, can, could, may, might, will, would, shall, should, must, ought to, had better.
     Contoh : I must go right now.

         5) Regular Verb
Yaitu kata kerja yang berubah secara teratur karena tenses kalimatnya berubah.
Yang termasuk regular verb adalah: call > called, kick > kicked, crash > crashed dsb.
     Contoh: Rahmat published an article on this page.
    
         6) Irregular Verb
        Yaitu kata kerja yang berubah karena tenses dalam bentuk yang tidak beratur, sehingga tidak dapat diketahui bentuk II dan III nya kecuali melihat pada kamus.
     Yang termasuk irregular verb adalah: sleep > slept, wake > woke > woken, go > went > gone dsb.
     Contoh: She had gone before I came

     
        C. Complement

-       -  Berupa noun (kata benda) atau non phrase (frasa kata benda)
-       -  Terdapat sebelah verb kalimat aktif
     -  Complement menjawab pertanyaan what (apa) atau whom (siapa)


        Contoh :

            -     Jihoon bought a cake yesterday
-                                 -  What did Jihoon buy yesterday ? à a cake

-                     -       He saw Daniel at the movie
                  - Whom did he see at the movie ? à Daniel

-                     -        I explain pharmacology to my students
-                                 -     What did he see at the movie ? à pharmacology

        Catatan : setiap kalimat tidak harus mempunyai complement


         B. MODIFIER
   
            Modifier menjelaskan time (waktu), place (tempat), atau manner (cara) dari sebuah aksi atau perbuatan

-       - Bentuk yang paling umum dari modifier adalah prepositional phrase (kelompok kata yang dimulai dengan sebuah preposition dan diakhiri dengan sebuah noun

-             -  Preposition = on, out, under, behind, etc…
   
      - Modifier menjawab pertanyaan when (kapan), where (dimana), atau how (bagaimana)

         Contoh :

-                         -         Woozi bought a book at a book fair
              -    Where did Woozi buy a book ? à at at bok fair 

-                          -        She is driving very fast
              -    How is she driving ? à very fast 

              -    I posted my application yesterday
              -    when do I post my application ? à yesterday 

             So, seperti ini unsur-unsur Subject, Verb, Complement dan Modifier dalam contoh kalimat : 

                                           We      studied        grammar      last week. 
                     
                                            S            V                  C                M


             Referensi   :
             https://reniashellyana.wordpress.com/2015/03/17/subject-verb-complement-modifier/

         2. VERB PHRASES & TENSES 
   
              Traditional Grammar      main verb
Generative Grammar    +/- auxiliary verb + main verb +/- complement +/- modifier
Keterangan:
Complement (objek kalimat)  dibutuhkan jika kata kerja utama berupa transitive verb.
Modifier dapat berupa adjective, adverb, atau konstruksi lain yang berfungsi seperti salah satu dari part of speech tersebut.
Contoh-contoh verb phrase berikut berdasarkan traditional grammar. Keterangan: Verb phrase = bold.
Contoh Kalimat Verb Phrase                                                                     Keterangan
enjoy swimming.
(Saya menikmati berenang.)                                                                       enjoy = main verb
You should see a doctor during pregnancy.
(Kamu seharusnya mengunjungi dokter selama hamil.)                 should = modal auxiliary verb;
see = main verb
It has just been raining in Bogor.
(Baru saja turun hujan di Bogor.)                                                              has, been = auxiliary verb;
just = adverb (modifier);
raining = main verb berupa present participle
Complex verb phrases
A complex verb phrase may include one modal verb and one or more auxiliary verbs before the main verb. A modal verb always comes before any auxiliary verbs:
Sebuah frase verba kompleks mungkin termasuk salah satu modal kerja dan satu atau lebih kata kerja bantu sebelum kata kerja utama. Kata kerja modal selalu datang sebelum kata kerja bantu:
(mo = modal verb; aux = auxiliary verb; mv = main verb)
House prices [MO]could [MV]fall during the next six months. (modal verb + main verb)
You [MO]may [AUX]have [MV]played this game before. (modal verb + one auxiliary verb)
The work [MO]should [AUX]have [AUX]been [MV]finished by 30 January. (modal verb + two auxiliary verbs)
TENSES:
ü  Simple Present Tense
Simple Present Tense digunakan untuk menyatakan sesuatu hal yang terus-menerus        dilakukan, kegiatan sehari-hari, dan juga untuk menyatakan atau menyebutkan suatu           fakta atau kebenaran umum. Dalam Simple Present Tense, kata kerja (verb) yang            digunakan adalah kata kerja (verb) bentuk awal.
Rumus dan Contoh Kalimat Simple Present Tense
(+) Subject + Verb 1 + Object
(-)  Subject + DON’T / DOESN’T + Verb 1 + Object
(?) DO / DOES + Subject + Verb 1 + Object?
(?) Question Word + DO/ DOES + Subject + Verb 1?
ü  Present Continuous Tense
Tense ini digunakan untuk menyebut perubahan bentuk kata kerja berdasarkan waktu     terjadinya. Dalam pengertian Present Continuous Tense merupakan tense bentuk yang          menunjuk pada tindakan yang sedang berlangsung sekarang atau ketika pembicaraan       Itu sedang berlangsung
Berikut rumus present continuous tense untuk membuat kalimat-kalimat
Positif (+):
subject + to be (am, is, are) + Verb – ing + object
Contoh : I am watching TV now
Negatif (+):
subject + to be + not + verb – ing + object
Contoh : Hermawan is not going to Jakarta atau
Hermawan isn’t going to Jakarta
Tanya(?) :
to be + subject + verb – ing + object
Is Mrs. Salsa cooking in the kitchen ?
ü  Present Perfect Tense
Present Perfect Tense menekankan pada PERFECT nya itu. Perfect kan artinya “sempurna”. sempurna yang berarti “selesai, sudah, beres, baru saja usai, dsb”. Jadi, kalau Anda menekankan pada “SUDAH” nya itu maka gunakanlah Present Perfect Tense ini. Contoh yang paling mengena misalnya: Dia baru saja pergi (She has just gone). :
Positif: S + have/has + V3
Negatif: S + have/sas Not + V3
Tanya:   Have/has + S + V3
ü  Present Perfect Continuous
Present perfect continuous tense digunakan untuk menyatakan tindakan atau peristiwa yang sudah mulai terjadi pada waktu lampau dan masih sedang berlangsung sampai sekarang.
Pola kalimat:
(+) S + have/has + been + V-ing
(-) S + have/has + not + been + V-ing
(?) Have/has + S + been + V-ing
ü  Simple Past Tense
Simple past tense adalah suatu bentuk kata kerja sederhana untuk menunjukkan bahwa suatu peristiwa/ kejadian yang dilakukan pada masa lampau dan diketahui pula waktu       terjadinya peristiwa atau kejadian tersebut.
Rumus simple past tense
Rumus simple past tense ada 2, yaitu rumus simple past tense (verbal) dan (nominal);
Verbal
(+) S + Verb-2 + O + adverb
(- ) S + did + not + Verb-1 + O + adverb
(?) Did + S + Verb-1 + O + adverb ?
Nominal
(+) S + tobe-2 (was/ were) + Complement (adjective/ noun (pronoun)/ adverb )
(- ) S + tobe-2 (was/ were) + not + Complement (adjective/ noun (pronoun)/ adverb )
(?) Tobe-2 (was/ were) + S + Complement (adjective/ noun (pronoun)/ adverb ) ?
3. SUBJECT - VERB AGREEMENT
   

Subject-Verb Agreement (Umum)

Secara umum pada bentuk simple present tensesingular verb berupa base form / bare infinitive (bentuk dasar dari verb) dengan ditambahkan ending (akhiran) -s/-es. Adapun pada plural verb tanpa ditambahkan ending -s/-es (sebaliknya, plural subjectditambahkan ending -s/-es). Aturan kata kerja ini berlaku pula pada subjek berupa third person (orang ketiga, contoh: Ricky, Anna) dan semua personal pronoun (they, we= jamak; he, she, it= tunggal), kecuali I dan you. Walaupun berupa subjek tunggal, I dan you dipasangkan dengan kata kerja bentuk jamak.
Jika kata kerja dalam verb “to be”, am dipasangkan dengan I, is dengan singular subjectkecuali I dan you, dan are dengan plural subject dan you.
Sedangkan pada past tense, tidak ada perbedaan bentuk kata kerja dalam hal number(tunggal atau jamak) subjek kalimat, semua dalam verb-2, kecuali jika kata kerja yang digunakan merupakan verb “to be” was-wereWas untuk singular subject kecuali you, dan were untuk you dan plural subject.

Contoh Kalimat Subject-Verb Agreement

Keterangan:

subject= bold; verb= italic
NoContoh Kalimat Subject-Verb Agreement
1The sun rises.
(Matahari terbit.) singular subject, singular verb
2The stars shine.
(Bintang bersinar.) plural subject, plural verb
3Leo rarely eats white bread.
(Leo jarang makan roti putih.) singular subject, plural subject
4You go straight ahead then turn left.
(Kamu jalan lurus ke depan lalu belok kiri.) singular/plural subject, plural verb
5My boss always comes on time.
(Bos saya selalu datang tepat waktu.) singular subject, singular verb
6They like eating out.
(Mereka suka makan diluar.) plural subject, plural verb
7Ricky is smart.
(Ricky pintar.) verb to be
8The children are naughty.
(Anak-anak itu nakal.) verb to be
9I am hungry.
(Saya lapar.) verb to be
10You are gorgeous.
(Kamu sangat menarik.) verb to be
11She drove fast.
(Dia mengebut.) TIDAK BERLAKU
12I was there yesterday.
(Saya di sana kemarin.) verb to be
13You were always busy.
(Kamu dulu selalu sibuk.) verb to be
Jika ada helping verb / auxiliary verbmaka helping verb-nya yang berubah sedangkan main verb dalam bentuk dasar, present participle (-ing), atau past participle (verb-3). Pilihan helping verb dalam bentuk tunggal-jamak-nya adalah is-arewas-weredoes-do, dan has-have. Khusus untuk has-haveagreement tidak berlaku jika kata tersebut merupakan second helping verb atau digunakan dibelakang helping verb lainnya. Pada situasi tersebut, have yang digunakan.













Contoh Kalimat Subject-Verb Agreement

Keterangan:

subject= bold; verb= italic; helping verb = underlined
NoContoh Kalimat Subject-Verb Agreement
1He is working.
(Dia sedang bekerja.)
2I do submit the task.
(Saya harus mengirimkan tugas tersebut.)
3The manager has checked the documents.
(Manager telah mengecek dokumen-dokumen tersebut.)
4will have been sleeping for an hour when you arrive.
(Saya akan sudah tidur selama satu jam ketika kamu tiba.)
has-have TIDAK BERLAKU
5The cat was sleeping.
(Kucing itu sedang tidur.)
6We were roasting corn.
(Kita sedang membakar jagung.)
7My books were stolen.
(Buku-buku saya dicuri.)

Permasalahan pada Subject-Verb Agreement

Subject-verb agreement menjadi membingungkan ketika  dihadapkan pada persoalan seperti: subjek berupa collective nouncompound subjectplural form dengan makna singular, dan indefinite pronoun. Selain itu, ada pula phrase atau clause yang menyela subjek dan kata kerja sehingga cukup dapat membingungkan didalam penentuan agreement-nya.
Berikut penjelasan dan beberapa contoh subject-verb agreement. [Subject= bold; verb, linking= italic; helping verb= underline]
NoSubject-Verb AgreementContoh Subject-Verb Agreement
1Collective Noun
Collective noun merupakan kata benda yang digunakan untuk menyatakan suatu nama kumpulan (terdiri dari lebih dari satu anggota). Sebagai subjek, kata benda ini dapat singular atau plural tergantung konteks.Jika anggota kumpulan melakukan hal yang sama secara serentak, maka kata benda ini dianggap sebagai suatu kesatuan subjek dengan singular verb.
Sebaliknya, bila anggota dari kumpulan bertindak secara individual, maka dianggap sebagai subjek jamak dengan kata kerja yang jamak pula.
The team is going on holiday now.
[Artinya: Para anggota team sedang pergi berlibur (bersama-sama) sekarang.]
The team are going on holiday now.
[Artinya: Para anggota tim sedang berlibur (masing-masing) sekarang.]
2Compound Subject
Jika dua atau lebih subjek, baik singularmaupun plural, dihubungkan dengan coordinate conjunction AND, maka digunakan plural verb.Ichel and her brother go to school by bus.
(Ichel dan kakak laki-lakinya pergi ke sekolah dengan bus.)
AtiekAdon and I were at home.
(Atiek, Adon, dan saya di rumah.)
Jika dua atau lebih singular subjek dihubungkan dengan OR atau NOR, maka digunakan singular verb. Berlaku sebaliknya pada plural subjek.To stay or to go is your prerogative.
(Tinggal atau pergi adalah hakmu.) subjek berupa infinitive (to + verb)
The jackets or the shirts are in the cupboard.
(Jaket-jaket dan kemeja-kemeja ada di dalam lemari.)
Jika compound subjek yang menggunakan ORatau NOR terdiri dari singular dan plural nounatau pronoun, maka verb mengikuti subjek yang terdekat posisinya dengannya, baik sebelum maupun setelahnya (kalimat pertanyaan).The woman or her friends eat lunch here every monday.
(Wanita itu atau teman-temannya makan siang disini setiap hari minggu.)

atau

Her friends or the woman eats lunch here every monday.
Does the woman or her friends eat lunch here every monday?
(Apakah wanita itu atau teman-temannya makan siang disini setiap hari minggu?)

atau

Do her friends or the woman eat lunch here every monday?
Jika compound subject terdiri atas subjek (tunggal maupun jamak) positif dan negatif, maka verb mengikuti yang positif.The staffs but not the manager havereceived their salaries.
(Para staff tapi tidak sang manager telah menerima gaji.)
It is mine, not theirs, that has wore out.
(Itu milikku, bukan milik mereka yang sudah aus.)
     referensi : https://www.wordsmile.com/pengertian-contoh-kalimat-subject-verb-agreement


    4. PRONOUNS 
  
        Pronoun adalah kata yang digunakan untuk menggantikan noun (kata benda) yang dapat berupa orang, benda, hewan, tempat, atau konsep abstrak.
    
       
   

          

1. Personal Pronoun

Personal pronoun adalah kata ganti yang digunakan untuk orang, hewan, benda, atau hal secara spesifik. Kata ganti ini tergantung pada peran (subject, object, possessive), jumlah, orang ke-, dan gender dari noun yang digantikan.
NumberPersonCase
SubjectiveObjectivePossessive
Singular1stImemine
2ndyouyouyours
3rdshe, he, ither, him, ithers, his
Plural1stweusours
2ndyouyouyours
3rdtheythemtheirs

Contoh Kalimat Personal Pronoun:

1She prefers to brisk walk to jog.
(Dia lebih memilih jalan cepat daripada joging.) singular, 1st person, subject
2Yours is on the table.
(Punyamu di atas meja.) singular, 2nd person, subject
           

2. Demonstrative Pronoun

Demonstrative pronoun adalah kata ganti yang menggunakan parameter number (jumlah) dan distance (jarak). Kata ganti yang digantikan umumnya berupa benda, namun dapat pula berupa orang atau hal.
NumberDistancePronoun
Singularfar (jauh)that
near (dekat)this
Pluralfar (jauh)those
near (dekat)these

Contoh Kalimat Demonstrative Pronoun:

1This is the most interesting book I’ve ever read.
(Ini buku paling menarik yang saya pernah baca.)
2Is this your wallet?
(Apakah ini dompetmu?)

3. Interrogative Pronoun

Interrogative pronoun adalah kata ganti yang digunakan untuk membuat pertanyaan. Kata ganti bahasa Inggris ini meliputi
  • who(ever)
  • what(ever)
  • which(ever)
  • whose
  • whom

Contoh Kalimat Interrogative Pronoun:

1Who is that man?
(Siapa lelaki itu?)
2What are you doing?
(Apa yang sedang kamu lakukan?)
   
      
          

4. Relative Pronoun

Relative Pronoun adalah kata ganti untuk membentuk relative clause (adjective clause). Di dalam relative clause, relative pronoun  dapat berfungsi sebagai subjectdirect object, atau possessive. Kata ganti ini meliputi:
  • who(ever)
  • whom(ever)
  • whose
  • which(ever)
  • that

Contoh Kalimat Relative Pronoun:

1The book which I bought yesterday is really interesting.
(Buku yang saya beli kemarin benar-benar menarik.)
2The person whom (who = informal) you met yesterday was my neighbor.
(Orang yang kamu temui kemarin dulu tertangga saya.)
   

5. Indefinite Pronoun

Indefinite pronoun adalah kata ganti untuk orang, benda, atau hal secara umum (tidak spesifik). Kata ganti ini ada yang singularplural, ataupun salah satu dari keduanya.

Contoh Indefinite Pronoun:

Singular
  • anybody/anyone (siapapun)
  • everybody/everyone (semua orang, setiap orang)
  • somebody, someone, one (seseorang)
  • nobody (tak seorangpun)
  • anything (apapun)
  • everything (segalanya)
  • something (sesuatu)
  • nothing (tak satupun)
  • another (tambahan, yang lain)
  • each (setiap)
  • either (yang satu atau yang lain)
  • neither (tidak satupun dari keduanya)
  • enough (cukup)
  • little (sedikit)
  • less (lebih sedikit)
  • much (banyak)
Plural
  • both (dua-duanya)
  • several (beberapa)
  • many (banyak)
  • few (sedikit)
  • fewer (lebih sedikit)
  • ones
Singular / Plural
  • all (semua, seluruh, satu hal)
  • none (tak seorangpun, tidak ada)
  • some (beberapa)
  • any (~jumlah tidak tentu atau tak terbatas)
  • more (lebih)
  • most (mayoritas)

Contoh Kalimat Indefinite Pronoun:

1You did everything right.
(Kamu melakukan semuanya dengan benar.)
2She said something about going home.
(Dia mengatakan sesuatu tentang pulang ke rumah.)

   

6. Reflexive Pronoun

Reflexive Pronoun adalah kata ganti yang digunakan untuk menyatakan bahwa subject suatu kalimat menerima aksi dari verb (reciprocal action).
Singularmyself, yourself, herself, himself, itself
Pluralyourselves, ourselves, themselves

Contoh Kalimat Reflexive Pronoun:

1I‘m going to buy myself new jeans.
(Saya akan membeli celana jins.)
2Stop blaming yourself.
(Berhenti menyalahkan dirimu sendiri.)

   

7. Intensive Pronoun

Intensive pronoun adalah kata ganti yang digunakan untuk memberikan penekanan pada antecedent (noun atau pronoun lain yang  intensive pronoun di suatu kalimat mengarah kepadanya). Bentuknya sama dengan reflexive pronoun.

Contoh Kalimat Intensive Pronoun:

1The bedroom itself is fine, but the bathroom is cramped.
(Kamar tidur tesebut baik, tapi kamar mandinya sempit.)
2I believe happiness is a choice and therefore I myself am responsible for my own happiness.
(Saya percaya kebahagiaan adalah sebuah pilihan dan karena itu saya bertanggungjawab atas kebahagiaan saya sendiri.)

 

8. Reciprocal Pronoun

Reciprocal Pronoun adalah kata ganti yang digunakan pada kondisi ketika dua atau lebih subjek melakukan aksi yang sama terhadap satu sama lain. Pronoun ini terdiri dari: each other dan one another.

Contoh Kalimat Reciprocal Pronoun:

1They love each other.
(Mereka saling mencintai.)
2The five mountaineers helped one another during the storm.
(Lima pendaki gunung menolong satu sama lain selama badai itu.)



           

9. Expletive Pronoun

Expletive merupakan “empty words” atau kata-kata yang tidak menambah arti, namun berguna untuk memberi penekanan pada bagian tertentu suatu kalimat. There/it digunakan bersama verb be untuk membentuk expletive construction.

Contoh Kalimat Expletive Pronoun:

1There is no food in my house.
(Tidak ada makanan di rumahku.)
2It was easy to meet him.
(Dulu mudah bertemu dengannya.)

Pronoun-Antecedent Agreement

Pronoun-antecedent agreement merupakan persesuaian antara pronoun dengan antecedent dalam hal numberperson, dan genderAntecedentsendiri adalah kata, frasa, atau klausa yang digantikan oleh pronounAgreement ini diperlukan tentunya jika ada keduanya di dalam kalimat.
NoContoh Kalimat Pronoun-Antecedent Agreement
1You should take off yours there.
(Kamu harus melepas milikmu di sana.) you = antecedent, yours = pronoun
2I had completed my own tasks, and my colleagues tried to dump theirs on me.
(Saya telah menyelesaikan tugas-tugas saya, dan rekan-rekan kerja saya mencoba untuk melimpahkan tugas-tugas mereka kepada saya.) colleagues = antecedent, theirs = pronoun

referensi : https://www.wordsmile.com/pengertian-macam-contoh-kalimat-pronouns

      5. VERB AS COMPLEMENT 

        Jika verb menjadi complement (objek) dalam sebuah kalimat, maka verbs tersebut bisa berbentuk verb+ing atau to+verb. Penentuan bentuk tersebut (apakah verb+ing atau to+verb) tergantung oleh verb yang menjadi predicate dalam kalimat itu.
  1. Verb + GerundsGerund adalah kata kerja yang berfungsi sebagai kata benda sehingga dapat berfungsi sebagai subjek, objek dan pelengkap (complement) dalam kalimat, juga di belakang sebuah preposisi. Bentuk gerund biasanya disebut verb+ing. Mungkin istilah itulah yang biasa kita kenal selama ini mengenai gerund. Singkatnya, Gerund adalah kata benda yang dibentuk dari kata kerja (verb) + ing. Gerund sebagai pelengkap tidak dapat dijadikan subject dalam kalimat pasif (passive voice). Gerund terletak setelah to be: is/am/are, was/were, been/being/be. Contoh :
    • My hobby is fishing
    • Her hobby is reading novel
    • My favorite sport is playing football
    • What she wants to do now is crying over her mother to release her burden
    • He considered traveling to Europe for the summer, but he doesn’t have enough funds
  2.    verb + to  infinitiveInfinitives adalah bentuk dasar dari verbs. Dalam bahasa inggris, penulisan infinitives biasanya diawali dengan “to”. Misalnya: to read, to walk, to give, dan seterusnya. Meskipun pada umumnya infinitive diawali dengan “to”, akan tetapi ada beberapa infinitive tanpa “to”, biasanya disebut dengan “bare infinitive”. Contoh:
a. Subject + Verb + to infinitive
  • want to study English.
  • hope to see you again.
  • Residents are not allowed to bring pets in my apartment.
    b. subject + verb + object (nouns/ pronouns) + to infinitive
  • My boss expects me to finish the work as soon as possible.
  • The teacher reminded the students to do their homework.
  • The doctor advised him to stop smoking.
  1. Verb + Preposition + Gerund
    Ada dua kemungkinan jika Gerund digunakan sebagai Object, yakni Object of Preposition (Object Kata Depan) dan Object of Verb (Object Kata Kerja). Beberapa preposisi (preposition) lazim yang sering diikuti oleh Gerund adalah: aboutinforofwithoutfromby, dan to. Untuk preposisi “to”, boleh diikuti Gerund jika fungsinya memang sebagai presposisi, bukan bentuk dari infinitive. Contoh :
  • I’m used to sleeping with the window open.
  • I’m accustomed to sleeping with the window open.
  • look forward to going home next month.


6. AFFIRMATIVE & NEGATIVE AGREMENT , NEGATION , COMMANDS 

   
  1. Affirmative Agreement
When indicating that one person pr thing does something and then adding that another does the same. Use the word so or too. To avoid needless repetition of words from the affirmative statement, use the conjunction and followed by a simple statement using so or too. The order of this statement will depend on whether so or too is used.
  1. When a form of the verb be is used in the main clause, the same tense of the verb be is used in the simple statement that follows.
affirmative statement (be) + and + subject + verb (be) + too
so + verb (be) + subject
e.g. I am happy. You are happy
– I am happy and you are too
– I am happy and so are you

  1. When a compound verb (auxiliary + verb), for example, will go, should do, has done, have written, must examine, etc. occurs in the main clause, the auxiliary of the main verb is used in the simple statement, and the subject and verb must agree.
Affirmative statement + and + subject + auxiliary only + too
so + auxiliary only + subject
e.g. They will work in the lab tomorrow. You will work in the lab tomorrow.
– They will work in the lab tomorrow and you will too
– They will work in the lab tomorrow and so will you

  1. When any verb except be appears without any auxiliaries in the main clause, the auxiliary dodoes, or did is used in simple statement. The subject and verb must agree and the tense must be the same.
Affirmative statement + and + subject + do, does, or did + too
(single verb except be)          so + do, does, or did + subject
e.g. Jane goes to that school. My sister goes to school
– Jane goes to school and my sister does too
– Jane goes to school and so does my sister

  1. Negative Agreement
Either and Neither function in simple statements much like so and too in affirmative sentences. However, either and neither are used to indicate negative agreement. The same rules for auxiliaries, be and do, does, or did apply.
Negative statement + and + subject + negative auxiliary or be + either
neither + positive auxiliary + subject

e.g. I didn’t see Mary this morning. John didn’t see Mary this morning.
– I didn’t see Mary this morning and John didn’t either
– I didn’t see Mary this morning and neither did John
She hasn’t seen the movie yet. I haven’t seen the movie yet.
– she hasn’t seen the movie yet and I haven’t either
– she hasn’t seen the movie yet and neither have .

  1. Negation
To make a sentence negative, add the negative particle not after the auxiliary or verb be. If there is no auxiliary or be, add the appropriate form of do, does, or did and place in word not after that.
e.g.
John is rich                  John is not rich
Mark has seen Bill       Mark has not seen Bill

The following examples contain no auxiliary and thus use do, does, or did.
e.g.
Marvin likes spinach   Marvin does not like spinach
They went to class      They did not go to class

Some/any
If there is a noun in the complement of a negative sentence, one should add the particle any before the noun.
Some               affirmative sentences
Any                 negative sentences and question
e.g. John has some money
John doesn’t have any money

Hardly, barely, rarely, seldom, etc.
Remember that in an English sentence it is usually incorrect to have two negatives together. This is called a double negative and is not acceptable in standard English. The following words have a negative meaning and, thus, must be used with a positive verb
Hardly                                     almost nothing
Barely              mean                            or
Scarcely                                   almost not at all
Rarely
Seldom           mean                almost never
Hardly ever
e.g.
She scarcely remembers the accident (she almost doesn’t remember the accident)
We seldom see phone of these animals (we almost never see photos of these animals)

  1. Commands
A command is an imperative statement. One person orders another to do something. It can be preceded by please. The understood subject is you. Use the simple form of the verb.
Close the door                         leave the room
Please turn off the light                      Open your book

Negative commands: A negative command is formed by adding the word don’t before the verb.
Don’t close the door
Please don’t turn off the light

Indirect commands: Usually the verbs order, ask, tell, or say are used to indicate an indirect command. They are followed by the infinitive (to + verb).
Jack asked Jill to turn off the light
The policeman ordered the suspect to be quite

Negative Indirect commands: to make an indirect command negative, add the particle not before the infinitive.
Subject + verb + complement + not + (verb in infinitive)
e.g.
The teacher told Christopher not to open the window
Please tell Jeime not to leave the room



7. MODAL AUXILIARY

    Modal Auxiliary adalah kata kerja yang bertugas membantu kata kerja utama. Jadi Modal Auxiliary adalah kata kerja pembantu, dan kata kerja utama itu adalah “majikannya”. Contoh: I will explain about modal auxiliary. “Will” adalah kata kerja bantu yang bertugas membantu kata kerja utamanya yaitu “Explain”. Karena hanya pembantu, sehingga ketika dihilangkan tidak akan menjadi masalah dan kalimat tersebut tidak akan kehilangan makna utamanya. Tapi kalau kata kerja utamanya yang dihilangkan, maka kalimat tersebut akan kehilangan makna. Modal auxiliary hanya terdiri dari beberapa kata kerja saja. Jadi kita tidak perlu khawatir dalam memahaminya. Berikut saya jelaskan apa saja yang termasuk modal auxiliary disertai dengan contoh kalimatnya.

   Contoh dan Fungsi 

   
  • WILL
    Fungsi:
  1. Berbicara tentang pekerjaan di masa depan,
    Contoh: I won’t (will not) be in the office until 11; I’ve got a meeting
  2. Membuat semi formal permintaan,
    Contoh: Will you open the window, please? It’s very hot in here.
  • SHALL
    Fungsi:
    1. Untuk menawarkan sesuatu,
      Contoh: Shall I fetch you another glass of wine?
    2. Membuat kalimat saran,
      Contoh:  Shall we go to the cinema tonight?
  • MAY & MIGHT
    Fungsi:
    1. Menggambarkan pekerjaan yang mungkin terjadi. Bedanya May lebih memungkinkan terjadi (50% chance); sedangkan might lebih meragukan (mungkin hanya 30% chance).
      Contoh: She may be back in her office: the lecture finished ten minutes ago.
    2. Menunjukkan persetujuan atau izin. Jadi biasa diterjemahkan dengan arti “boleh”.
      Contoh: You may go home now.
  • WOULD
    Fungsi:
    1. Bentuk past dari will.
      Contoh: He said the next meeting would be in a month’s time.
    2. Permintaan tolong yang lebih halus dari “will”.
      Contoh: Would you like another cup of tea?
  • CAN & COULD
    Fungsi:
    1. Berbicara tentang kemampuan.
      Contoh: Can you speak Mandarin? (present)
      She could play the piano when she was five.
       (past)
    2. Membuat permintaan,
      Contoh: Can you give me a ring at about 10?
      Could you speak up a bit please?
       (slightly more formal, polite or ‘softer’)
    3. Permohonan izin,
      Contoh: Can I ask you a question?
      Could I ask you a personal question?
       (more formal, polite or indirect)
    4. Pilihan,
      Contoh:  If you want some help with your writing, you can come to classes, or you can get some 1:1 help.
  • MUST
    Fungsi:
    1. Untuk menunjukkan sebuah kewajiban atau keharusan.
      Contoh: People must try to be more tolerant of each other.
    2. Sugesti/saran/ajakan yang kuat.
      Contoh: I think you really must make more of an effort.
    3. Menunjukkan arti “Pasti”.
      Contoh: This must be the place – there’s a white car parked outside (ini pasti tempat – ada mobil putih yang diparkir di luar). Jadi must di sini artinya bukan “harus”, tapi “pasti”.
  • SHOULD
    Fungsi:
    1. Memberi Saran.
      Contoh: I think you should go for the Alfa rather than the Audi.
    2. Kewajiban, tapi lebih lemah dari “must”.
      Contoh: The equipment should be inspected regularly. (Peralatan harus diperiksa secara rutin).
    3. Seharusnya, tapi ga terjadi.
      Contoh: I should have renewed my TV licence last month, but I forgot.
  • OUGHT TO
    Ought to punya makna yang sama dengan should, biasanya dipakai pada kalimat affirmative pada waktu present (saat ini).
    Contoh: You should/ought to get your hair cut.
     
            catatan untuk modal auxiliary 

            
  1. Tidak bisa diikuti oleh Modal yang lain. Jadi tidak boleh: I should can, kalau terpaksa, maka “can” harus diganti dengan “be able” sehingga menjadi: I should be able.
  2. Tidak bisa berganti bentuk atau ditambahi, misalnya ditambahi “-s” atau “-ed”. Jadi tidak boleh: She cans (tetap she can sekalipun orang ketiga tunggal)
  3. Selain Ought, modal auxiliary tidak boleh diikuti “to”. Jadi tidak boleh: You can to go, tapi harus: you can go.

      8. ADJECTIVE & ADVERBS 

          Secara umum adjective merupakan kata yang biasa digunakan dalam menerangkan kata benda, orang, hewan, kata ganti, dan juga tempat sedangkan adverb merupakan kata yang digunakan dalam menerangkan kata benda. Kedua kata terbut dapat memiliki kesamaan makna atau dengan kata lain penggunaan adverb sama dengan adjective pada kondisi tertentu. Kedua kata tersebut memiliki kesamaan sebagai kata tambah yang digunakan dalam menerangkan sesuatu.
List Adverb Yang Dibentuk Dari AdjectiveDalam menjalankan fungsinya sebagai kata tambahan, maka kedua kata tersebut memiliki kesamaan dan juga dapat dibentuk dari kata satu sama lain yang memiliki makna yang sama.
Dari tabel di atas dapat dilihat adanya perbedaan dari perubahan bentuk adjective ke dalam bentuk adverb. Akan tetapi terdapat beberapa kata yang tidak memiliki perubahan baik dalam bentuk adverb dan adjective. Pada keadaan tersebut maka dikatakan sebagai adverb sama dengan adjective. Beberapa list kata yang memiliki makna sebagai adverb sekaligus adjective antara lain adalah half, early, fast, hard dan straight.
Contoh kalimat dari adverb yang memiliki arti sama dengan adjective adalah:
  1. She runs fast (adverb) – she’s a fast runner. (adjective)
  2. He studies hard. (adverb) – It’s a hard life. (adjective)
Perbedaan Adverb Dan Adjective
Secara umum, adverb dapat diartikan sebagai kata kerja sedangkan adjective kata sifat yang mana masing-masing dari kata tersebut menerangkan satu sama lain apabila  dalam satu struktur kalimat atau terpisah. Perbedaan adverb dan adjective dapat Anda lihat pada contoh kalimat yang mengandung beberapa kata adverb dan adjective seperti contoh berikut ini:
Connectors dibagi menjadi 3, yaitu:
  1. Menunjukan waktu : before, after, as soon as, while, when.
  2. We went home after the rain stopped.
  3.    I prepare my ticket and passport before I go on holiday to Paris.
  4. I started to look for an apartment as soon as I arrived in this city.
  5. While he was reading her novel, somebody knocked on the door.
  6. I was really sad when I saw a drama movie.
  7. Menunjukan sebab dan akibat : because/because of, since.
  8. I went to the hospital because I had a serious accident.
  9. I went to the hospital because of my serious accident.
  10. Since I have no money, I can’t treat you.
  11. Menunjukan tanda urutan: first, next, then, after that, finally.
  12. first, we must prepare the ingredients.
  13. Next, we cut the vegetables into small pieces.
  14. After that, we put them into frying pan.
  15. Finally, we put some sauce and salt.
Coordinate Connector adalah AND, BUT, OR, or SO.
Banyak kalimat dalam Bahasa Inggris yang terdiri dari dua klausa ( Klausa adalah kelompok kata yang paling sedikit terdiri dari satu Subject dan satu Verb (Predikat).
Ketika ada dua kalimat dalam Bahasa Inggris, kita harus menggabungkannya dengan benar. Saalah satu cara untuk menggabungkan dua buah kalusa adalah dengan menggunakan AND, BUT, OR, or SO.
Contoh:
  • The sun was shining and the sky was blue.
  • The sky was blue, but it was very cold.
  • It may rain tonight, or it may be clear.
  • It was raining outside, so I took my umbrella.
Analisa:
Keempat kalimat diatas terdiri dari dua klausa dan semuanya di hubungkan dengan sebuah Coordinate Coonector dan sebuah Comma.
Jadi , Connectors adalah kata penghubung atau conjunction memiliki 3 jenis yaitu : Coordinating Connectors, Subordinating Connectors (cause connector, misal: because, because of) dan Correlative Connectors (Not only…but also, either or…neither nor, both…and)
Coordinate connectors adalah kata hubung yang digunakan untuk menghubungkan dua konstruksi gramatikal yang sama yaitu: kata, frasa (phrase), atau klausa (clause). Elemen yang dihubungkan tersebut biasanya bersifat paralel (kedudukannya sejajar) secara struktur gramatikal. Kata hubung ini sering digunakan pada compound sentence untuk menghubungkan dua independent clause.
CONTOH KALIMAT SUBORDINATE CONNECTORS
Although/even though/while I’m annoyed, I try to think positively.
PENGERTIAN CORRELATIVE CONNECTORS
Correlative Connectors adalah kata hubung yang digunakan berpasangan untuk menunjukkan hubungan antara dua kata, frasa (phrase), atau klausa (clause). Elemen kalimat yang dihubungkan biasanya bersifat paralel (ke dudukannya sejajar) secara struktur gramatikal. Kata hubung ini disebut juga paired connectors.
CONTOH KALIMAT CORRELATIVE CONNECTORS
There are no difference beetwen you and him.
10. PASSIVE VOICE , CAUSATIVE HAVE 
       

Pengertian Causative Verb

Causative verb adalah kata kerja yang digunakan untuk menunjukkan bahwa subjectmembuat seseorang atau sesuatu melakukan suatu aksi.

Contoh causative verb yaitu: allowcauseconfinceenableforcegethaveholdkeepleadletmake, motivate, permit, dan require. Namun yang paling populer antara lain: letmakehave, dan get.

Active dan Passive Causative Structure

Seseorang atau sesuatu yang sesungguhnya melakukan aksi disebut agent, sedangkan aksi yang dilakukan oleh agent diungkapkan dalam action verb.
Action verb tersebut bentuknya dapat dalam bare infinitive (bentuk dasar kata kerja) atau infinitive (to verb), tergantung kata kerja apa yang digunakan. Struktur di atas disebut active causative structure.

Rumus Active Causative Structure:

S + causative verb + agent + action verb (bare infinitive / infinitive)

causative verb yang diikuti bare infinitive:

  • have
  • let
  • make

causative verb yang diikuti infinitive:

  • allow
  • cause
  • convince
  • enable
  • force
  • get
  • lead
  • motivate
  • permit
  • require

Contoh Kalimat Active Causative Structure:

I’ll have the plumber fix the sink.
(Saya akan menyuruh tukang ledeng memperbaiki wastafel itu.) saya menyebabkan aksi memperbaiki wastafel dilakukan
Adapula struktur yang biasanya tidak menyebutkan agent (dapat disebutkan dengan prepositional phrase “by …”) dan menggunakan action verb dalam past participle (verb-3) yang disebut passive causative structure.

Rumus Passive Causative Structure:

S + causative verb + object + action verb (past participle)

causative verb yang diikuti past participle:

  • get
  • have

Contoh Kalimat Passive Causative Structure:

had my hair cut.
(Saya memotong rambut.) dilakukan oleh orang lain dengan permintaan saya

Makna dan Contoh Kalimat Causative Verb Let, Make, Have, dan Get

Letmakehaveget masing-masing memiliki makna dan rumus yang berbeda  sebagai causative verb.

1. Let

Let someone/something do something (let + agent + bare infinitive) berarti memperbolehkan (allow) seseorang untuk melakukan sesuatu atau membiarkan sesuatu terjadi tanpa berusaha menghentikannya.

Contoh Kalimat Causative Verb:

1My father let me choose my future career.
(Ayah saya memperbolehkan saya memilih karir masa depan saya.)
2The shepherd lets his sheep graze in the meadow.
(Gembala itu membiarkan domba-dombanya merumput di padang rumput.)

2. Make

Make someone do something (make + agent + bare infinitive) untuk menunjukkan bahwa subjek kalimat memaksa (force) untuk melakukan sesuatu atau menyebabkan (cause) seseorang untuk melakukan sesuatu yang tidak dapat dia kendalikan.

Contoh Kalimat Causative Verb:

1She made her daughter eat broccoli.
(Dia memaksa anak perempuannya memakan brokoli.) force
2The manager makes her staff work hard.
(Manager itu mendorong staffnya bekerja keras.) force
3Hendra always makes me laugh.
(Hendra selalu membuat saya tertawa.) cause

3. Have

Have somebody do something (have + agent + bare infinitive) digunakan ketika kita membicarakan tentang kita menyebabkan (cause), membujuk (persuade), meminta (ask) atau mengatur (arrange) seseorang untuk melakukan sesuatu untuk kita. Have somebody doing something (have + agent + present participle) juga dapat digunakan untuk aksi yang terjadi secara terus-menerus selama periode waktu tertentu.
Adapula have something done (have + object + past participle) untuk membicarakan tentang seseorang yang melakukan sesuatu yang kita minta atau instruksikan untuk kita dengan menekankan pada proses atau aksi daripada yang melakukannya.

Contoh Kalimat Causative Verb:

1I’ll have him take your kids to school.
(Saya akan mengatakan padanya untuk mengantar anak-anakmu ke sekolah.)
2My boss had me working on several projects at a time last year.
(Bos menyuruh saya mengerjakan beberapa proyek dalam waktu yang bersamaan tahun lalu.)
3had my house renovated last week.
(Rumah saya direnovasi minggu lalu.)
4She had her phone’s battery replaced by a local shop.
(Baterai ponselnya diganti oleh toko setempat.)

4. Get

Get somebody/someone to do something (get + agent + infinitive) mirip maknanya dengan have somebody do something namun berbeda struktur kalimat. Have diikuti bare infinitive, sementara get diikuti infinitive. Sedangkan get something done (get + object + past participle) sama dengan have something done yang berarti mengakibatkan sesuatu dilakukan atau terjadi.

Contoh Kalimat Causative Verb:

1She got her father to buy her a new bag.
(Dia membuat ayahnya membelikannya tas baru.)
2got my cat to stop biting.
(Saya membuat kucing saya berhenti menggigit.)
3Yulia got her room cleaned.
(Yulia menyuruh seseorang untuk membersihkan kamarnya.) ~ Yulia had her room cleaned


11. RELATIVE CLAUSES

      Adjective clause atau dikenal juga sebagai relative clause adalah klausa yang  terdiri dari subjek dan kata kerja (verb). Adjective clause berfungsi sebagai adjective atau menerangkan kata benda dalam suatu kalimat[i]. Klausa ajektiva atau klausa relatif memberikan keterangan tambahan mengenai satu dari nomina-nomina dalam klausa utama[ii] Biasanya, ia diawali oleh relative pronoun atau relative adverb seperti; who, whom, whose, which, where, when, why, dan that.
Untuk lebih memahami bentuk dan fungsi dari adjective clause, kita dapat melihat contoh-contoh berikut.

2. Jenis-jenis relative pronoun dalam adjective/relative clause
a. Who = orang (subjek)
Contoh 1
I am a girl who (that) is good at dancing.
[Saya adalah perempuan yang pandai menari.]

Pada contoh 1, ‘who is good at dancing’ merupakan adjective atau relative clause yang merujuk pada noun ‘a girl’ yang mana noun ‘a girl’ tersebut merujuk pada subjek ‘I’. Pada contoh 1, kalimat tersebut awalnya terdiri dari dua klausa yaitu:
“I am a girl dan I am good at dancing.
Dalam contoh 1, dua klausa tersebut disatukan dalam satu kalimat dengan menggunakan relative pronoun ‘who’, karena ‘who’ memiliki posisi yang setara dengan subjek ‘I’ maka setelah klausa-klausa tersebut digabung, pronoun ‘I’ tidak disebutkan kembali.
b. Whom = orang (objek)
Contoh  2
The man whom (that) I talked to last night was Bobi.
[Pria yang berbicara dengan saya tadi malam adalah Bobi.]


Pada contoh 2, kalimat tersebut awalnya terdiri dari dua klausa yaitu:
“The man was Bobi dan I talked to (the man) last night.”

Dalam contoh 2, contoh ini berbeda dengan contoh 1 yang mana penggunaan relative pronoun merujuk pada subjek, pada contoh 2 ini, noun ‘the man’ merujuk pada objek ‘Bobi’ sehingga menggunakan relative pronoun ‘whom’. Pada contoh 2, ‘who I talked to last night’ merupakan adjective atau relative clause yang merujuk pada noun ‘Bobi’ yang memiliki posisi sebagai objek dalam kalimat.

c. Whose = milik atau kepemilikan
Contoh  3:
I have just met Sani whose husband works for Kodelokus.
[Saya baru saja bertemu dengan Sani yang suaminya bekerja di Kodelokus.]

Pada contoh 3, kalimat tersebut awalnya terdiri dari dua klausa yaitu:
“I have just met Sani dan Sani’s husband works at Kodelokus”
Dalam contoh 3, kalimat tersebut menggunakan relative pronoun whose karena merujuk pada ‘Sani’s husband’ atau suami ‘yang dimiliki’ Sani. Pada contoh 3, ‘whose husband works at Kodelokus’ merupakan adjective atau relative clause yang merujuk pada Sani’s husband.

d. That = benda atau orang
Contoh  4:
It is a book that is good for children.
[Ini buku yang baik untuk anak-anak.]

Pada contoh 4, kalimat tersebut awalnya terdiri dari dua klausa yaitu:
“ It is a book dan The book is good for children ”
Dalam contoh 4, kalimat tersebut menggunakan relative pronoun that yang merujuk pada benda yaitu ‘book’. Relative pronoun ‘that’ lebih sering digunakan dalam kalimat yang mengandung relative/ adjective clause dibandingkan ‘who’, ‘whom’, ataupun ‘which’.

e. Which = benda
Contoh 5:
It is a phone which will change the world.
[Ini adalah telepon yang akan mengubah dunia.]

Pada contoh 5, kalimat tersebut awalnya terdiri dari dua klausa yaitu:
“It is a phone dan This phone will change the world”

Dalam contoh 5, kalimat tersebut menggunakan relative pronoun ‘which’ karena merujuk pada benda yaitu ‘a phone’. Pada contoh 3, ‘which will change the world’ merupakan adjective atau relative clause yang merujuk pada benda ‘phone’. Dalam kalimat yang mengandung relative pronoun yang merujuk pada benda, kita dapat menggunakan thatataupun ‘which’ tetapi pada umumnya relative pronoun ‘that’ lebih sering digunakan.

f. When = waktu
Contoh 6:
I can not remember the day when he was gone.
[Saya tidak dapat mengingat hari ketika dia pergi.]

Pada contoh 6, ‘when he was gone’ merupakan adjective atau relative clause. Dalam contoh 6, kalimat tersebut menggunakan relative adverb ‘when’ karena merujuk pada waktu dalam kalimat yaitu ‘the day’.

g. Where = tempat
Contoh 7:
Jakarta is the city where my sister was born.
[Jakarta adalah kota dimana kaka saya dilahirkan.]

Pada contoh 7, ‘where my sister was born’ merupakan adjective atau relative clause.Dalam contoh 7, kalimat tersebut menggunakan relative adverb ‘where’ karena merujuk pada tempat dalam kalimat yaitu ‘the city’

h. Why = alasan
Contoh 8:
I do not know the reason why she is angry at me.
[Saya tidak mengetahui alasan mengapa dia marah pada saya.]

Pada contoh 8, ‘why she is angry at me’ merupakan adjective atau relative clause.Dalam contoh 8, kalimat tersebut menggunakan relative adverb ‘why’ karena merujuk pada ‘the reason’ atau memberikan keterangan lebih terkait suatu alasan mengapa suatu hal terjadi.

Contoh lainnya:
The girl who (that) is wearing the red veil is my little sister.
[Gadis yang menggunakan kerudung merah adalah adik saya.

The girl whom (that) he saw at the party was Bunga.
[Gadis yang dia lihat di pesta adalah Bunga.]

The woman, whose the wallet is falling, is my friend.
[Wanita, yang dompetnya jatuh, adalah teman saya.]

Do you know the girl that I talked to?
[Apakah kamu tahu gadis yang berbicara denganku?]

Our car which is red is very expensive.
[Mobil kami yang berwarna merah sangatlah mahal.]

My father passed away when I was a kid.
[Ayah saya meninggal dunia ketika saya masih kecil.]

Relative/ adjective clause juga bisa menjadi subjek dalam suatu kalimat, seperti dalam contoh:

Who is wearing red jacket is my friend.
Who is wearing red jacket
is
my friend.
Subject
linking verb
complement
Catatan penting untuk diingat kembali!
*pronoun yang merujuk pada hal yang sama sebagai relative pronoun harus disembunyikan sebagai contoh:
The boy is my brother. You called him yesterday.
The boy whom you saw him yesterday is my brother.
The boy whom you saw yesterday is my brother. √

3. Jenis-jenis adjective/relative clause
Terdapat dua jenis relative clause yaitu non restrictive clauses dan restrictive clauses[iii]
3.1 Restrictive clause
Restrictive clause (essential/ defining relative clause) adalah klausa yang ditambahkan dalam suatu kalimat, diperlukan dalam kalimat tersebut karena mempengaruhi makna yang ada dalam kalimat dan tidak disertai dengan koma. Untuk lebih dapat memahaminya, dapat dilihat dalam contoh berikut. Relative pronoun ‘that’ hanya digunakan dalam restrictive clause.
Contoh 1 
My uncle who is wearing black shirt lives in Bandung.

Pada contoh kalimat 1, ‘who is wearing black shirt’ tersebut merupakan restrictive clausekarena ditandai dengan tidak adanya koma. Contoh kalimat 1 tersebut berarti menunjukan jika keterangan atau kalimat ‘who is wearing black shirt’ tersebut penting atau dibutuhkan dalam kalimat. Dalam konteks kalimat pertama, mungkin seseorang yang mengutarakan atau menulis kalimat tersebut memiliki beberapa paman, dan hanya paman yang menggunakan kemeja berwarna hitam yang tinggal di Bandung

3.2 Non-restrictive clause
Non-restrictive clauses (non-essential/ non- defining relative clause) adalah klausa yang ditambahkan dalam suatu kalimat tetapi tidak diperlukan, kehadiran klausa non-restrictive dalam kalimat ditandai dengan koma.
Contoh 2
My uncle, who is wearing black shirt, lives in Bandung.

Sedangkan pada contoh kalimat ke 2, kalimat tersebut mengandung non restrictive clause. Makna yang terdapat pada kalimat ke 2 berarti tidak dibutuhkan atau dapat dihilangkan. Dalam konteks kalimat kedua, mungkin seseorang yang mengutarakan atau menulis kalimat tersebut hanya memiliki seorang paman, dan satu-satunya paman yang dia miliki tinggal di Bandung. Penggunaan defining relative clauses ini untuk memperjelas siapa atau apa yang sedang dibicarakan[iv]

Itulah pembahasan terkait adjective clause yang harus dipahami dalam academic writing.Dalam membuat kalimat academic writing, kita juga harus memerhatikan kata kerja yang digunakan ketika menjelaskan noun yang berbentuk singular maupun plural. Seperti dalam contoh:
I am a girl who (that) is good at dancing.
They are girls who are good at dancing.
12. STYLE IN WRITTEN ENGLISH
    Question Tags 
(Pertanyaan Tegas) adalah suatu pertanyaan  pendek di akhir kalimat pernyataan yang berfungsi untuk mempertegas pernyataan yang bersangkutan.
Contoh :
–          He is a doctor, isn’t he?
–          You are not happy, are you?
–          Mary isn’t here, is she? 

Participal Adjective 
adalah adjective (kata sifat) yang berbentuk V+ing  (Present Participle) dan V+ed (Past Participle).
Contoh :
–          Joy is tired because she had a tiring day.
–          The direction to the hotel was confusing. The driver was confused.
–          So much work was overwhelming. The staff are overwhelmed.

Redundancy 
adalah kata-kata yang tidak perlu dalam sebuah kalimat. Redundancy adalah pengulangan ide yang tidak perlu.
1. Penggunaan kata atau frase yang tidak perlu.
–          Redundant : The room was red in colour.
–          Benar : The room was red
2. Pengulangan noun atau pronoun yang tidak perlu.
–          Redundant :.Thelma she ran into her room and slammed the door.
–          Benar : Thelma ran into her room and slammed the door.
3. Penggunaan frase yang terlalu boros yang sebenarnya ada adverb yang bisa digunakan.
–          Wordy : He looked at me in a threatening manner.
–          Padat   : He looked at me threateningly.
Sumber : Fanani, Achmad. ,2009. Tips-tips terbaik lolos TOEFL, Jogjakarta: Mitra Pelajar.

Sequence Of Tenses
1. Apabila ada dua kejadian yang terjadi secara berurutan langsung, maka tenses yang dipakai adalahsimple past dan simple past.
Ciri-ciri : tidak ada jeda waktu dan biasanya ada sebab akibat
Contoh :
–          after he closed the door, he went to bed
–          After she arrived, the bus left
Conjunction : after, before, when, as soon as
2.  Apabila ada dua kejadian yang terjadi secara berurutan tidak langsung, maka tenses yang dipakai adalah past perfect dan simple past.
Ciri-ciri : kejadian mana yang pertama dalam kalimat itu menggunakan past perfect,dan     kejadian yang kedua menggunakan past tense.      
Contoh :
–          they went on holiday after they had taken an exam
–          Before the police came, the thief had left
Conjunction : as soon as, after, before, when
3.  Apabila ada kejadian pertama sudah berlangsung beberapa saat pada durasi waktu tertentu ketika kejadian kedua terjadi, maka tenses yang dipakai adalah past perfect continuous dan simple past.
Contoh:  
–          when I visited her yesterday, she had been studying for two hours
–          They had been playing futsal for an hour when we came
4. Apabila kejadian pertama berlangsung ketika kejadian kedua terjadi, maka tenses yang dipakai adalah past continuous dan simple past.
Contoh :  
–          I was watching TV while she knocked at the door
–          I was writing a letter when my mother called me
Conjunction : when, while, as
5.  Apabila ada dua kejadian yang terjadi secara bersamaan maka tenses yang dipakai adalah past continuous dan past continuous.
Contoh:
–           my father was reading magazine while my mother was cooking
–          I was studying when my brother was sleeping

Indirect Object
adalah noun, pronoun, atau noun substitute yang menerangkan untuk siapa atau apa sesuatu dilakukan oleh action verb. Objek ini menjawab pertanyaan “to/for whom” atau “to/for what”. Suatu kata kerja diikuti indirect object hanya jika memiliki direct object. Kedua objek tersebut selalu orang, tempat, benda, binatang, maupun hal yang berbeda.
Contoh :
–          The manager gave him no choice. –> Gave no choice to whom?
–          My uncle donated his salary to charity. –> Donated his salary to what? 
Sumber : http://www.wordsmile.com/pengertian-dan-contoh-kalimat-direct-indirect-object
13. STYLE IN WRITTEN ENGLISH
      Question Tags 
(Pertanyaan Tegas) adalah suatu pertanyaan  pendek di akhir kalimat pernyataan yang berfungsi untuk mempertegas pernyataan yang bersangkutan.
Contoh :
–          He is a doctor, isn’t he?
–          You are not happy, are you?
–          Mary isn’t here, is she? 

Participal Adjective 
adalah adjective (kata sifat) yang berbentuk V+ing  (Present Participle) dan V+ed (Past Participle).
Contoh :
–          Joy is tired because she had a tiring day.
–          The direction to the hotel was confusing. The driver was confused.
–          So much work was overwhelming. The staff are overwhelmed.

Redundancy 
adalah kata-kata yang tidak perlu dalam sebuah kalimat. Redundancy adalah pengulangan ide yang tidak perlu.
1. Penggunaan kata atau frase yang tidak perlu.
–          Redundant : The room was red in colour.
–          Benar : The room was red
2. Pengulangan noun atau pronoun yang tidak perlu.
–          Redundant :.Thelma she ran into her room and slammed the door.
–          Benar : Thelma ran into her room and slammed the door.
3. Penggunaan frase yang terlalu boros yang sebenarnya ada adverb yang bisa digunakan.
–          Wordy : He looked at me in a threatening manner.
–          Padat   : He looked at me threateningly.
Sumber : Fanani, Achmad. ,2009. Tips-tips terbaik lolos TOEFL, Jogjakarta: Mitra Pelajar.

Sequence Of Tenses
1. Apabila ada dua kejadian yang terjadi secara berurutan langsung, maka tenses yang dipakai adalahsimple past dan simple past.
Ciri-ciri : tidak ada jeda waktu dan biasanya ada sebab akibat
Contoh :
–          after he closed the door, he went to bed
–          After she arrived, the bus left
Conjunction : after, before, when, as soon as
2.  Apabila ada dua kejadian yang terjadi secara berurutan tidak langsung, maka tenses yang dipakai adalah past perfect dan simple past.
Ciri-ciri : kejadian mana yang pertama dalam kalimat itu menggunakan past perfect,dan     kejadian yang kedua menggunakan past tense.      
Contoh :
–          they went on holiday after they had taken an exam
–          Before the police came, the thief had left
Conjunction : as soon as, after, before, when
3.  Apabila ada kejadian pertama sudah berlangsung beberapa saat pada durasi waktu tertentu ketika kejadian kedua terjadi, maka tenses yang dipakai adalah past perfect continuous dan simple past.
Contoh:  
–          when I visited her yesterday, she had been studying for two hours
–          They had been playing futsal for an hour when we came
4. Apabila kejadian pertama berlangsung ketika kejadian kedua terjadi, maka tenses yang dipakai adalah past continuous dan simple past.
Contoh :  
–          I was watching TV while she knocked at the door
–          I was writing a letter when my mother called me
Conjunction : when, while, as
5.  Apabila ada dua kejadian yang terjadi secara bersamaan maka tenses yang dipakai adalah past continuous dan past continuous.
Contoh:
–           my father was reading magazine while my mother was cooking
–          I was studying when my brother was sleeping

Indirect Object
adalah noun, pronoun, atau noun substitute yang menerangkan untuk siapa atau apa sesuatu dilakukan oleh action verb. Objek ini menjawab pertanyaan “to/for whom” atau “to/for what”. Suatu kata kerja diikuti indirect object hanya jika memiliki direct object. Kedua objek tersebut selalu orang, tempat, benda, binatang, maupun hal yang berbeda.
Contoh :
–          The manager gave him no choice. –> Gave no choice to whom?
–          My uncle donated his salary to charity. –> Donated his salary to what? 
Sumber : http://www.wordsmile.com/pengertian-dan-contoh-kalimat-direct-indirect-object



14. PROBLEM VOCABULARY AND PREPOSITION
      A.    Commonly Misused word

the following words are often misused by native english speakers as well as nonnative speakers. sometomes the spelling  are so similer that people fail to distinguish between them .others are pronounced exactly the same,but they are spelled differently and have different meanings. words in the letter category are called homonyms. study the words, parts of speech (noun,verb,etc)
definition,and simple sentence in his list.

ANGEL (noun)- a spiritual or heavenly being. the cristmes card portrayed a choir of angels hovering over the shephereds.

ANGEL (noun)- a figure out formed by two lines meeting at a common point. the carpenters placed the plunks at right angle.

B.     Confusingly Related Words
1.      Advice, Advise
Advice : Opinion given someone (noun form)
Advise  : Act of giving an opinion (verb form)
·         She can give you a good advice will make you to be a better person
·         I can find the best way to advise your brother

2.      Affect, Effect
Affect  : Mean influence (usually a verb)
Effect   : End result of influence (usually a noun)
·         This supplement can affect my concentration on work
·         The effect of Tsunami was devasting

3.      Save, Safe
Save     : Mean to keep or to save (verb)
Safe     : Mean giving protection (adjective)
·         Please save this document
·         I feel safe with you


C.    Use of prepositions
Many prepositional phrase seem adverbial in meaning, in that they often indicate time, place, manner, or degree, as adverbs do. However, the same prepositonal phrase may be used as an adjective, an adverb, or a noun.
-       The delegates went for a swim before breakfast. (Adverb)
-       A swim before breakfast is better than one after dinner. (Adjective)
-       Before breakfast is a good time to swim. (Noun)
Prepositional phrases used as adverbs usually follow the verb, though like adverbs, they can be moved to other prepositions in the sentence. Prepositional phrases used as adjectives usually follow the nouns they modify. Prepositional phrases used as nouns will be subject, object, or complement in the sentence.


D.    Verbal idioms
Pada dasarnya yang di maksud dengan idiom adalah suatu susunan kata yang tidak bisa di artikan berdasarkan kata per kata, namun susunan kata yang di artikan berdasarkan makna secara keseluruhan yang telah menjadi kebiasaan dalam berkomunikasi. Sebagai contoh, idiom “after all”, jika di artikan kata per kata maka after all memiliki arti “setelah semuanya”, namun maksud sesungguhnya dari after all adalah “bagaimanapun juga”. Contoh lainnya, idiom “all the same”, jika di artikan terpisah maka all yang berarti “semua”, dan the same yang berarti “sama” atau “kesamaan”, jika di gabung kurang lebih artinya “semua sama” atau “sama semua”, namun bukan itu yang di maksud dengan all the same, maksud sebenarnya dari all the same adalah “namun”.


E.Common Combination and Preposition
Adjective (kata sifat) digunakan untuk mendeskripsikan seseorang atau sesuatu.
 penggunaan yang lebih kompleks dengan mengombinasikannya dengan preposition (kata depan) yang berfungsi menghubungkannya dengan suatu objek.
 Kombinasi adjective dan preposition di dalam kalimat digunakan untuk membuat kalimat baru tetapi tidak mengubah arti dari kata kerja seperti halnya dengan kata kerja dua kata.
Tidak semua adjective memiliki “pasangan” preposition dan ada sebagi an adjective yang dapat menggunakan beberapa preposition. 

    

  













-



-
-

 





No comments:

Post a Comment