Wednesday, November 21, 2018

ATSI


AUDIT TEKNOLOGI SISTEM INFORMASI





Disusun oleh :
Kelas 4KA19


Rizky Octaviani                                                                       (16115193)



JURUSAN SISTEM INFORMASI
FAKULTAS ILMU KOMPUTER DAN TEKNOLOGI INFORMASI
UNIVERSITAS GUNADARMA
2018/2019

v  Obyek Garapan

Ø  Audit Through the Computer
Dalam pendekatan audit ke sistem komputer (audit through the computer) auditor melakukan pemeriksaan langsung terhadap program-program dan file-file komputer pada audit SI berbasis TI. Auditor menggunakan komputer (software) atau dengan cek logika atau listing program (desk test on logic or programs source code) untuk menguji logika program dalam rangka prngujian pengendalianyang ada pada komputer. Selain itu auditor juga dapat meminta penjelasan dari para teknisi komputer mengenai spefikasi sistem dan/atau program yang diaudit.
Audit around computer dilakukan pada saat :
1.    Dokumen sumber tersedia dalam bentuk kertas ( bahasa non-mesin), artinya masih kasat mata dan dilihat secara visual.
2.    Dokumen-dokumen disimpan dalam file dengan cara yang mudah ditemukan
  1. Keluaran dapat diperoleh dari daftar yang terinci dan auditor mudah menelusuri setiap transaksi dari dokumen sumber kepada keluaran dan sebaliknya.

Keunggulan pendekatan audit dengan pemeriksaan sistem komputerisasi, ialah:
(a)  Auditor memperoleh kemampuan yang besar dan efektif dalam melakukan pengujian terhadap sistem komputer.
(b)  Auditor akan merasa lebih yakin terhadap kebenaran hasil kerjanya.
(c)  Auditor dapat menilai kemampuan sistem komputer tersebut untuk menghadapi perubahan lingkungan.
Sebetulnya mungkin tidak dapat dikatakan sebagai suatu kelemahan dalam pendekatan audit ini, namun jelas bahwa audit through the computer memerlukan tenaga ahli auditor yang terampil dalam pengetahuan teknologi informasi dan mungkin perlu biaya yang besar pula

Ø  Audit Arround the Computer
Dalam pendekatan audit di sekitar komputer, auditor (dalam hal ini harus akuntan yang registered, dan bersertifikasi akuntan publik) dapat mengambil kesimpulan dan merumuskan opini dengan hanya menelaah struktur pengendalian dan melaksanakan pengujian transaksi dan prosedur verifikasi saldo perkiraan dengan cara sama seperti pada sistem akuntansi manual.
Pendekatan Audit Through the computer dilakukan dalam kondisi :
1.    Sistem aplikasi komputer memroses input yang cukup besar dan menghasilkan output yang cukup besar pula, sehingga memperuas audit untuk meneliti keabsahannya.
2.    Bagian penting dari struktur pengendalian intern perusahaan terdapat di dalam komputerisasi yang digunakan.



Kunci pendekatan audit ini ialah pada penelusuran transaksi terpilih mulai dari dokumen sumber sampai ke bagan-perkiraan (akun) dan laporannya. Keunggulan metode audit di sekitar komputer adalah:
·         Pelaksanaan audit lebih sederhana.
·         Auditor yang memiliki pengetahuan minimal di bidang komputer dapat dilatih dengan mudah untuk melaksanakan audit.
Kelemahannya adalah jika kondisi (user requirements) berubah, mungkin sistem itupun perlu diredesain dan perlu penyesuaian (update) program-program, bahkan mungkin struktur data/file, sehingga auditor perlu menilai/menelaah ulang apakah sistem masih berjalan dengan baik

Ø  Objek Audit

                Teknologi informasi memiliki cakupan yang luas; ada banyak objek teknologi informasi yang dapat diaudit. Untuk dapat melihatnya secara keseluruhan, lengkap dan sistematis, dapat dipilih satu dari berbagai macam kerangka kerja. Setelah terpilih satu kerangka kerja, auditor dapat memfokuskan cakupan audit dengan memilih area-area yang akan diaudit, sesuai dengan tujuan audit. Kerangka kerja yang dipilih juga akan digunakans secara konsisten dalam laporan hasil audit. Temuan-temuan atau hasil-hasil penilaian akan dikelompokkan sesuai dengan area-area menurut kerangka kerja yang dipilih.

Misalnya seorang auditor teknologi informasi memilih menggunakan pembagian area audit sebagai berikut :
1.      Manajemen, temuan-temuan terkait dengan manajemen, organisasi, finansial, SDM, dan proses-proses akan dicantumkan di bawah judul ini
2.      Perangkat keras, temuan-temuan terkait perangkat keras dan jaringan dicantumkan di sini
3.      Perangkat lunak, temuan-temuan terkait sistem operasi, aplikasi, dan tools/utilities dicantumkan di sini. 










Ø  Rencana Audit

1.    Review atas laporan audit, program audit, dan kertas kerja audit periode sebelumnya, serta dokumen lain dari audit sebelumnya termasuk hal-hal yang masih memerlukan tindak lanjut audit. Hal tersebut bermanfaat sebagai dasar untuk menentukan ruang lingkup audit yang akan dilaksanakan.

2.       Melaksanakan survey pendahuluan untuk mengetahui tujuan dan pelaksanaan dari operasi/ kegiatan, tingkat risiko (aktual dan atau potensi), serta pengendaliannya.

3.       Review atas kebijakan dan prosedur dari fungsi yang diaudit guna menentukan area/ bidang yang memungkinkan dapat diukur dan dinilai, dan menentukan apakah fungsi tersebut berjalan/ beroperasi sesuai dengan yang diharapkan oleh manajemen.

4.       Review atas literatur audit internal  yang berkenaan dengan area yang diaudit. Hal tersebut dilakukan untuk memperoleh informasi terbaru mengenai teknik pengujian yang dapat diterapkan pada aktivitas yang diaudit.

5.       Menyusun bagan arus dari operasi/ aktivitas yang diaudit untuk mengidentifikasi kelemahan sistem, dan untuk melakukan analisis visual atas proses transaksi.

6.    Review atas standar kinerja (internal atau eksternal/ industri bila ada) untuk memperoleh tolok ukur guna menguji dan mengevaluasi efisiensi dan efektivitas operasi yang diaudit dan menentukan apakah operasi yang dimaksud mengacu kepada standar yang telah ditetapkan.

7.    Melakukan interview dengan auditee dan menyampaikan tujuan dan ruang lingkup audit untuk memperoleh kesepahaman (menghindari kesalahpahaman) dengan auditee

8.    Menyusun anggaran yang merinci sumber daya yang diperlukan, guna menggambarkan estimasi mengenai jumlah staf dan waktu yang diperlukan untuk melaksanakan audit.

9.    Melakukan interview dengan pihak-pihak tertentu yang berhubungan dengan fungsi yang diaudit untuk memperoleh pengetahuan yang lebih baik mengenai operasi dan mengidentifikasi masalah yang mungkin ada, serta untuk menjalin koordinasi dengan pihak-pihak yang berhubungan dengan fungsi yang diaudit

10.  Membuat daftar mengenai risiko yang material yang harus dipertimbangkan untuk memastikan bahwa bidang/ area yang paling rentan terhadap ancaman (terjadinya kesalahan/penyimpangan) mendapat perhatian yang tepat/ khusus

11.  Untuk setiap resiko yang teridentifikasi, ditetapkan pengendaliannya dan dipastikan apakah pengendalian yang dimaksud memadai. Hal tersebut dilakukan untuk mengetahui apakah pengendalian yang ada dapat mengurangi/ menekan risiko yang teridentifikasi tersebut atau tidak.

12.  Menentukan substansi dari masalah untuk mengidentifikasi tingkat kesulitan dalam pelaksanaan audit.



Ø  Susunan Instrumen

a)    Perencanaan audit (Audit Planning)
Langkah pertama dalam perencanaa audit adalah untuk menetapkan ruang lingkup dan tujuan pemeriksaan. Pada audit laoran keuangan, pemeriksaan dilakukan oleh editor (akuntan) ekstern dan independen terhadap laporan keuangan perusahaan, ditujukan kepada para pemegang saham pihak lain terkait. Tujuan audit untuk menilai kelayakan atau kewajaran (fairness) laporan keuangan yang disajikan oleh perusahaan.

b)    Pemahaman sistem dan struktur pengendalian internnya
Pada tahap ini yang dilakukan adalah pemahaman terhadap sasaran yang akan ddiaudit, pengumpulan informasi awal, dan identifikasi resiko, antara lain:
·         Pemahaman sistem informasi untuk pelaksanaan transaksi
·         Penentuan kemungkinan salah saji dalam tiap tahap pelaksanaan transaksi
·         Penentuan aktivitas pengendalaian untuk deteksi salah saji
·         Penentuan prosedur audit untuk deteksi efektivitas aktiviasi pengendalian
·         Penyusunan program audit pengendalian

c)    Pengumpulan bukti audit
Bukti audit dikumpulkan dengan sejumlah instrumen audit, pengujian, dan prosedur yang bermacam-macam

d)    Evaluasi bukti pemeriksaan
Setelah bukti-bukti audit dikumpulkan, auditor mengevaluasi bukti audit tersebut sesuai dengan tujuan dari audit dan kemudian:
·         Dilakukan tests of controls yang bertujuan untuk mengetahui apakah pengendalian yang ada telah dilakukan dengan prosedur yang telah ditetapkan.
·         Dilakukan substantive test, yang terdiri dari:
a.    Tests of transactions yang bertujuan untuk mengevaluasi apakah terdapat kekeliruan atau kesalahan
b.    Tests of balances or overall results yang bertujuan untuk menjamin laporan keuangan yang dihasilkan adalah benar dan akurat

e)    Komunikasi hasil pemeriksaan
Segera setelah pekerjaan pemeriksaan diselesaikan dan diperoleh kesimpulan pendapat auditor, perlu disiapkan laporan hasil audit mengenai temuan-temuan dan rekomendasi-rekomendasinya. Dalam penyelesaian audit (completion of the audit) dibuat kesimpulan dan rekomendasi untuk dikomunikasikan pada manajemen.


Ø  Petunjuk penggunaan instrument audit

Perusahaan telah banyak berinvestasi dalam meningkatkan kualitas pengendalian internal mereka; Namun, COSO mencatat bahwa banyak organisasi tidak sepenuhnya memahami pentingnya komponen pemantauan kerangka kerja COSO dan peran yang dimainkannya dalam merampingkan proses penilaian. Pada bulan Januari 2009, COSO menerbitkan Pedoman Pengawasan Sistem Pengendalian Intern untuk mengklarifikasi komponen pemantauan pengendalian internal.
Pemantauan waktu yang efektif dapat menyebabkan efisiensi organisasi dan mengurangi biaya yang terkait dengan pelaporan publik mengenai pengendalian internal karena masalah diidentifikasi dan ditangani secara proaktif, bukan reaktif.
Panduan Monitoring COSO dibangun berdasarkan dua prinsip dasar yang ditetapkan dalam COSO’s 2006 Guidance:
·         Evaluasi berkelanjutan dan / atau terpisah memungkinkan manajemen untuk menentukan apakah komponen lain dari pengendalian internal terus berfungsi dari waktu ke waktu, dan
·         Kekurangan pengendalian internal diidentifikasi dan dikomunikasikan secara tepat waktu kepada pihak-pihak yang bertanggung jawab untuk melakukan tindakan korektif dan manajemen serta dewan direksi sebagaimana mestinya.
Panduan pemantauan lebih lanjut menunjukkan bahwa prinsip-prinsip ini paling baik dicapai melalui pemantauan yang didasarkan pada tiga elemen luas:
·         Menetapkan landasan untuk pemantauan, termasuk (a) nada yang tepat di bagian atas; (b) struktur organisasi yang efektif yang memberikan peran pemantauan kepada orang-orang dengan kemampuan, objektivitas dan kewenangan yang sesuai; dan (c) titik awal atau “dasar” pengendalian internal efektif yang diketahui dari mana pemantauan dan evaluasi terpisah dapat dilaksanakan;
·         Merancang dan melaksanakan prosedur pemantauan yang berfokus pada informasi persuasif tentang pengoperasian kontrol kunci yang menangani risiko yang berarti terhadap tujuan organisasi; dan
·         Menilai dan melaporkan hasil, yang mencakup evaluasi tingkat keparahan kekurangan yang teridentifikasi dan melaporkan hasil pemantauan kepada personil dan dewan terkait untuk tindakan dan tindak lanjut yang tepat waktu jika diperlukan.


Ø  Daftar Pustaka




https://afrannafarsani.wordpress.com/2018/02/18/tugas-2-softskill-audit-sistem-informasi/


No comments:

Post a Comment